- RTS Ekspedisi
- Nov 19, 2025
- EDUKASI
Cara Menghitung Untung Bersih Impor Setelah Pajak – Mengetahui cara menghitung untung bersih impor setelah pajak sangat penting agar bisnis Anda tetap sehat dan tidak salah hitung margin. Banyak importir pemula yang hanya menghitung harga barang tanpa memperhitungkan bea masuk dan pajak lainnya.

Mengapa Penting Menghitung Untung Bersih Impor
Dalam bisnis impor, harga barang bukan satu-satunya faktor penentu keuntungan. Ada banyak komponen biaya lain seperti ongkir internasional, bea masuk, dan PPN impor yang bisa menggerus margin. Dengan menghitung untung bersih secara akurat, Anda bisa:
- Menentukan harga jual yang realistis.
- Menghindari kerugian akibat salah perhitungan biaya.
- Membandingkan keuntungan antara supplier atau negara asal barang.
- Menentukan strategi promosi atau diskon tanpa merugikan bisnis.
Perhitungan yang tepat membuat UMKM lebih siap bersaing di marketplace dengan tetap menjaga profit sehat.
Komponen Biaya dalam Impor Barang
Sebelum menghitung untung bersih impor setelah pajak, pahami dulu komponen biaya utama yang selalu muncul dalam proses impor:
- Harga Barang (CIF) – Sudah termasuk nilai barang, biaya asuransi, dan ongkos kirim ke pelabuhan tujuan.
- Bea Masuk – Persentase pajak berdasarkan HS Code produk, biasanya 0–15%.
- PPN Impor – Pajak pertambahan nilai sebesar 11% dari nilai impor.
- PPh Impor – Pajak penghasilan 2,5% atau 7,5% tergantung jenis NPWP importir.
- Biaya Pengiriman Lokal – Termasuk biaya trucking, bongkar muat, dan pengiriman ke gudang.
- Biaya Forwarder atau Agen – Jasa pengurusan impor, dokumen, dan clearance bea cukai.
Semua komponen ini akan membentuk total landed cost — yaitu total biaya hingga barang tiba di gudang Anda.
Langkah-langkah Menghitung Untung Bersih Impor Setelah Pajak
Berikut langkah sederhana untuk menghitung profit bersih impor secara akurat:
- 1. Hitung nilai CIF: Harga produk + ongkos kirim + asuransi.
- 2. Hitung Bea Masuk: Persentase bea masuk × nilai CIF.
- 3. Hitung PPN dan PPh Impor sesuai aturan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
- 4. Jumlahkan semua biaya tambahan seperti biaya forwarder dan logistik.
- 5. Tentukan harga jual dan kurangi total biaya dari pendapatan kotor.
Hasil akhirnya adalah untung bersih impor setelah pajak yang sesungguhnya.
Contoh Perhitungan Untung Bersih Impor
Misalkan Anda membeli produk elektronik dari China dengan rincian berikut:
- Harga barang (CIF): USD 1.000
- Bea masuk: 10%
- PPN: 11%
- PPh impor: 2,5%
- Biaya tambahan (forwarder & lokal): Rp2.000.000
- Kurs USD: Rp15.000
Langkah perhitungan:
- Nilai CIF dalam Rupiah = 1.000 × 15.000 = Rp15.000.000
- Bea masuk = 10% × Rp15.000.000 = Rp1.500.000
- Dasar PPN = Rp15.000.000 + Rp1.500.000 = Rp16.500.000
- PPN = 11% × Rp16.500.000 = Rp1.815.000
- PPh impor = 2,5% × Rp16.500.000 = Rp412.500
- Total pajak = Rp1.500.000 + Rp1.815.000 + Rp412.500 = Rp3.727.500
- Total landed cost = Rp15.000.000 + Rp3.727.500 + Rp2.000.000 = Rp20.727.500
- Jika harga jual = Rp25.000.000, maka Untung Bersih = Rp4.272.500
Dari perhitungan ini terlihat margin bersih sekitar 17%, cukup sehat untuk skala UMKM.
Kesalahan Umum Dalam Menghitung Untung Impor
Banyak importir pemula salah menilai profit karena melewatkan detail biaya kecil. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Tidak memasukkan bea masuk dan PPN impor ke perhitungan harga pokok.
- Menggunakan kurs perkiraan, bukan kurs pajak resmi dari Bea Cukai.
- Tidak menghitung biaya gudang atau ongkir domestik.
- Menetapkan harga jual tanpa mempertimbangkan fluktuasi pajak dan biaya logistik.
Menghindari kesalahan ini akan membuat Anda lebih akurat dalam menentukan strategi harga jual.
Tips Menjaga Margin Impor Tetap Tinggi
Selain menghitung dengan benar, berikut beberapa tips agar margin impor tetap optimal:
- Pilih supplier dengan harga FOB (Free on Board) agar bisa kendalikan ongkos kirim sendiri.
- Gunakan jalur door-to-door service agar biaya sudah termasuk pajak dan ongkir.
- Bandingkan tarif bea masuk antar kategori HS Code.
- Gunakan jasa konsultan atau forwarder seperti RTS untuk estimasi biaya transparan.
Dengan cara ini, Anda bisa menjaga laba tetap stabil meski kurs dolar atau biaya pengiriman berubah.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| 1. Hitung CIF | Importir | Menentukan harga total barang termasuk ongkir | Nilai dasar impor |
| 2. Tambahkan Pajak | Importir / Konsultan | Menentukan bea masuk, PPN, dan PPh | Total biaya pajak |
| 3. Tambah Biaya Lokal | Forwarder | Menambahkan ongkir domestik dan jasa logistik | Total landed cost |
| 4. Tentukan Harga Jual | Importir | Menentukan margin keuntungan | Untung bersih impor setelah pajak |
FAQ Seputar untung bersih impor setelah pajak
Apa saja pajak yang dikenakan saat impor barang?
Pajak impor meliputi Bea Masuk, PPN 11%, dan PPh impor 2,5%–7,5% tergantung NPWP.
Bagaimana cara menghitung total landed cost impor?
Landed cost = harga CIF + pajak impor + biaya lokal seperti forwarder dan gudang.
Apakah RTS bisa bantu menghitung estimasi biaya impor?
Ya, RTS menyediakan simulasi biaya impor lengkap hingga profit bersih untuk UMKM.
Apakah semua barang dikenai bea masuk?
Tidak, beberapa produk tertentu bisa bebas bea masuk tergantung perjanjian perdagangan atau kategori HS Code-nya.
Kesimpulan
Menghitung untung bersih impor setelah pajak membantu Anda memahami biaya riil dan menjaga margin tetap aman. Dengan perencanaan matang dan data yang akurat, bisnis impor Anda bisa lebih stabil dan menguntungkan di jangka panjang.
