- RTS Ekspedisi
- Dec 9, 2025
- EDUKASI
Perbandingan Biaya Karton vs Pallet vs Kontainer – Memahami perbandingan biaya karton vs pallet vs kontainer sangat penting bagi importir UMKM yang ingin menekan ongkos logistik, meningkatkan keamanan barang, dan mengoptimalkan ruang pengiriman.

Kenapa Perbandingan Biaya Karton vs Pallet vs Kontainer Penting?
Setiap importir perlu memahami perbandingan biaya karton vs pallet vs kontainer karena metode packing menentukan keamanan barang, efisiensi ruang, serta total ongkir. Kesalahan memilih metode dapat meningkatkan biaya hingga 20–40%.
- Karton: murah, fleksibel, cocok untuk barang ringan.
- Pallet: lebih stabil, aman untuk barang berat atau fragile.
- Kontainer: efisiensi maksimal jika volume besar.
Memilih metode yang tepat berarti mengurangi risiko kerusakan dan mengoptimalkan pengeluaran impor.
Apa Itu Karton, Pallet, dan Kontainer?
Sebelum membahas perbandingan biaya karton vs pallet vs kontainer, ketahui dulu fungsi masing-masing media.
- Karton (Carton Box): packing standar untuk barang kecil/menengah.
- Pallet: alas kayu/plastik agar produk mudah diangkut forklift.
- Kontainer (Container): unit tertutup ukuran 20ft/40ft untuk pengiriman besar.
Ketiganya berpengaruh langsung pada CBM pengiriman, biaya, dan keamanan barang impor.
Biaya Karton vs Pallet vs Kontainer: Mana yang Paling Hemat?
Perbandingan biaya karton vs pallet vs kontainer tergantung kondisi barang, berat, dan volume.
- Karton: biaya rendah, tapi kurang stabil untuk barang berat.
- Pallet: stabil, tapi menambah CBM sehingga ongkir naik.
- Kontainer: paling hemat jika volume sudah besar.
Penting bagi importir untuk menghitung total biaya bukan hanya dari kemasan, tetapi seluruh proses logistik.
Biaya Penggunaan Karton
Karton adalah metode packing paling umum karena murah dan fleksibel.
- Harga: Rp5.000 – Rp25.000 per box.
- Cocok untuk barang ringan seperti fashion, aksesoris, toys.
- Mudah disusun tanpa menambah CBM signifikan.
Kelemahannya, karton kurang aman untuk barang berat atau barang pecah belah.
Biaya Penggunaan Pallet
Pallet digunakan untuk barang berat dan produk volume besar. Dalam perbandingan biaya karton vs pallet vs kontainer, pallet berada di posisi tengah.
- Harga pallet kayu: Rp80.000 – Rp180.000.
- Harga pallet plastik: Rp200.000 – Rp350.000.
- Menambah tinggi barang ±12–15 cm (menambah CBM).
Meski menambah ongkir, kelebihannya adalah keamanan dan stabilitas tumpukan lebih baik.
Biaya Pengiriman Menggunakan Kontainer (FCL)
Jika volume besar, kontainer adalah pilihan paling ekonomis. Dalam perbandingan biaya karton vs pallet vs kontainer, kontainer menang dari sisi efisiensi.
- 20ft: Rp45–70 juta.
- 40ft: Rp65–100 juta.
- Biaya per CBM jauh lebih murah bila barang ≥18–20 CBM.
Kelebihan lain: proses lebih cepat, barang tidak dicampur dengan pengiriman lain, risiko kerusakan kecil.
Perbandingan dari Sisi Keamanan Barang
Selain biaya, keamanan barang adalah alasan penting importir membandingkan tiga metode ini.
- Karton: rentan penyok, cocok hanya untuk barang ringan.
- Pallet: stabil dan kuat untuk stacking tinggi.
- Kontainer: paling aman karena barang tidak dicampur.
Semakin mahal barang, semakin penting memilih metode pengemasan yang aman.
Perbandingan dari Sisi Efisiensi Ruang
Perbandingan biaya karton vs pallet vs kontainer erat kaitannya dengan efisiensi CBM.
- Karton: efisiensi tinggi karena susunan fleksibel.
- Pallet: makan ruang lebih besar (±0.15–0.25 CBM per pallet).
- Kontainer: 20ft (33 CBM), 40ft (67–76 CBM).
Importir harus memperhitungkan apakah menggunakan pallet akan menambah biaya atau justru mengurangi risiko.
Tabel Ringkasan Perbandingan Biaya Karton vs Pallet vs Kontainer
| Metode | Biaya | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Karton | Rp5.000–Rp25.000 | Murah & fleksibel | Kurang aman untuk barang berat |
| Pallet | Rp80.000–Rp350.000 | Aman & stabil | Menambah CBM |
| Kontainer | Rp45–100 juta | Paling efisien jika volume besar | Butuh volume besar |
FAQ Seputar Perbandingan Biaya Karton vs Pallet vs Kontainer
Apakah semua barang harus dipacking dengan pallet?
Tidak. Pallet cocok untuk barang berat, fragile, atau volume besar.
Kapan harus mulai pakai kontainer FCL?
Saat volume impor mencapai 18–20 CBM per pengiriman.
Apakah pallet menambah biaya?
Ya, karena menambah tinggi dan volume barang sehingga CBM lebih besar.
Mana yang paling hemat untuk UMKM?
Untuk volume kecil karton paling hemat; saat mulai scale up, FCL jauh lebih murah.
Kesimpulan
Perbandingan biaya karton vs pallet vs kontainer membantu importir menentukan metode packing dan pengiriman paling efisien. Karton cocok untuk barang ringan, pallet cocok untuk barang berat dan fragile, sedangkan kontainer adalah pilihan terbaik jika volume impor sudah besar. Memahami ketiganya membantu UMKM menghemat biaya dan mengurangi risiko kerusakan barang.
