- RTS Ekspedisi
- Dec 13, 2025
- EDUKASI
Strategi Scale Up Impor Tanpa Over Stock – Panduan ini memberikan strategi praktis agar UMKM bisa scale up impor tanpa risiko over stock, sehingga pertumbuhan tetap stabil dan cashflow tetap sehat.

Kenapa Over Stock Menjadi Masalah Saat Scale Up Impor?
Ketika mulai scale up impor, banyak UMKM terjebak membeli terlalu banyak barang untuk mengejar harga murah atau MOQ supplier. Padahal over stock bisa menghambat cashflow dan memperlambat pertumbuhan bisnis.
- Modal terkunci terlalu lama di gudang.
- Risiko barang rusak, kusam, atau tren berubah.
- Biaya gudang dan handling meningkat.
Karena itu, strategi scale up harus tetap mengutamakan kontrol stok yang sehat.
Gunakan Forecast Berdasarkan Data Penjualan Nyata
Hal terpenting sebelum scale up impor adalah mengukur kebutuhan berdasarkan data, bukan feeling. Data membantu menentukan berapa banyak stok aman yang perlu disiapkan.
- Analisis 30–90 hari penjualan terakhir.
- Hitung kecepatan jual (sales velocity) tiap SKU.
- Tentukan stok ideal: penjualan bulanan + safety stock.
Mulai dengan SKU Terlaris, Bukan Semua SKU
Salah satu kesalahan impor skala menengah adalah scale up semua produk sekaligus. Fokuskan modal hanya pada SKU yang sudah terbukti.
- Identifikasi 20% SKU yang menghasilkan 80% omset.
- Tambah volume order hanya pada SKU champion.
- Hentikan atau kurangi SKU yang lambat.
Dengan cara ini, inventory tetap ramping dan tidak menumpuk di gudang.
Pakai Model Reorder Bertahap
Alih-alih impor langsung besar, gunakan sistem reorder bertahap untuk menjaga perputaran stok tetap cepat.
- Lakukan restock setiap 2–4 minggu.
- Gunakan composite forecast (trend + seasonality).
- Buat jadwal reorder tetap agar rantai stok konsisten.
Gunakan Gudang Konsolidasi Agar Tidak Perlu Order Besar
Banyak UMKM takut impor karena MOQ tinggi. Solusinya: gunakan layanan konsolidasi sehingga bisa scale up lebih aman.
- Bisa kirim 1–5 CBM dulu untuk test market.
- Barang multi supplier digabung jadi satu kiriman.
- Risiko over stock lebih rendah daripada beli kontainer penuh.
Dengan konsolidasi, Anda bisa bertumbuh tanpa menahan stok berlebih.
Optimalkan Modal dengan Siklus Cashflow 30–45 Hari
Strategi scale up impor wajib sinkron dengan cashflow bisnis. Jangan menaikkan volume order jika perputaran modal masih lambat.
- Pastikan cash conversion cycle tidak lebih dari 45 hari.
- Jual stok lebih cepat daripada durasi pengadaan.
- Gunakan pembiayaan supplier (DP–pelunasan) jika memungkinkan.
Cashflow yang kuat membuat scale up lebih mulus.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Forecast Stok | Importir | Hitung kebutuhan berdasarkan penjualan | Stok aman & tidak berlebih |
| Reorder Bertahap | Importir & Forwarder | Kirim barang bertahap via konsolidasi | Stok stabil dan cashflow aman |
FAQ Seputar scale up impor
KesimpulanScale up impor tanpa over stock sangat mungkin jika Anda menggunakan data penjualan, fokus pada SKU terlaris, dan memakai model konsolidasi. Dengan perencanaan stok yang tepat, bisnis bisa tumbuh cepat tanpa menumpuk barang.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor
