- RTS Ekspedisi
- Dec 14, 2025
- EDUKASI
Cara Menghindari Dead Stock Saat Order Volume Besar – Panduan ini membantu UMKM impor menghindari dead stock saat meningkatkan volume order agar bisnis tetap efisien dan cashflow tidak terjebak di gudang.

Mengapa Dead Stock Bisa Menghancurkan Cashflow?
Saat bisnis berkembang, banyak importir tergoda untuk membeli barang dalam volume besar demi harga lebih murah. Namun tanpa perhitungan yang tepat, hal ini memicu dead stock—stok tak laku yang menghabiskan tempat dan modal.
- Modal terkunci berbulan-bulan.
- Timbul biaya gudang tambahan.
- Barang rawan rusak, kadaluarsa, atau out of trend.
Jika tidak dikendalikan, dead stock dapat memangkas margin dan memperlambat pertumbuhan bisnis.
Gunakan Forecast Penjualan Sebelum Order Besar
Forecast penjualan adalah fondasi utama untuk menghindari dead stock. Jangan pernah membeli volume besar tanpa menghitung kebutuhan nyata.
- Lihat data penjualan 60–90 hari terakhir.
- Gunakan rata-rata penjualan harian untuk tiap SKU.
- Tentukan stok ideal berdasarkan sales velocity dan lead time impor.
Dengan forecast yang tepat, Anda hanya memesan barang yang benar-benar dibutuhkan pasar.
Fokus pada SKU Champion Terlebih Dahulu
Tidak semua produk layak untuk scale up. Kesalahan terbesar saat order volume besar adalah menambah stok SKU yang sebenarnya kurang perform.
- Identifikasi 20% SKU yang menyumbang 80% omset.
- Prioritaskan order besar pada SKU yang terbukti cepat terjual.
- SKU lambat cukup di-restock kecil atau dihentikan.
Pemilihan SKU yang tepat sangat membantu menurunkan risiko dead stock.
Gunakan Sistem Reorder Bertahap
Alih-alih membeli sekali besar, pecah order menjadi beberapa batch. Ini mengurangi risiko dead stock jika tren tiba-tiba bergeser.
- Restock kecil namun sering (2–4 minggu sekali).
- Perbarui prognosa setiap batch datang.
- Kirim order sesuai ritme penjualan, bukan tebak-tebakan.
Metode reorder bertahap membuat stok tetap hidup dan tidak menumpuk.
Manfaatkan Konsolidasi Multi Supplier
Order volume besar sering dipaksakan karena MOQ tinggi. Dengan konsolidasi, Anda bisa impor lebih fleksibel tanpa harus memenuhi MOQ berlebihan.
- Kirim barang dari banyak supplier dalam 1 kontainer.
- Beli hanya 1–5 CBM per restock.
- Uji SKU baru tanpa risiko menumpuk stok.
Konsolidasi adalah cara paling aman untuk mengembangkan bisnis impor tanpa menumpuk barang berlebih.
Awasi Perputaran Stok Mingguan
Untuk mencegah dead stock, Anda harus memantau stok secara real time, bukan hanya laporan bulanan.
- Cek aging stok minimal seminggu sekali.
- Tandai SKU yang tidak bergerak lebih dari 21 hari.
- Lakukan diskon ringan atau bundling untuk menggerakkan stok lambat.
Kedisiplinan monitoring ini membuat Anda selalu siap mengambil keputusan cepat.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Forecast Penjualan | Importir | Hitung sales velocity & stok ideal | Order sesuai kebutuhan pasar |
| Reorder Bertahap | Importir & Forwarder | Kirim barang kecil namun rutin | Stok stabil tanpa dead stock |
FAQ Seputar dead stock
Apa penyebab paling umum terjadinya dead stock?
Order berlebihan tanpa forecast, tren produk berubah, dan manajemen stok kurang rapi.
Berapa stok aman untuk mencegah dead stock?
Biasanya stok untuk 30–45 hari penjualan, ditambah safety stock 20–30%.
Bagaimana cara mengurangi dead stock yang terlanjur menumpuk?
Gunakan diskon bertahap, bundling, atau paket hemat untuk menggerakkannya.
Apakah konsolidasi benar-benar mengurangi risiko dead stock?
Ya. Konsolidasi memungkinkan restock kecil tetapi sering, sehingga stok tidak numpuk.
Kesimpulan
Dead stock dapat dicegah dengan forecast yang akurat, fokus pada SKU terlaris, dan sistem restock bertahap. Dengan manajemen stok yang disiplin, UMKM bisa order besar tanpa risiko stok mati menumpuk di gudang.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor
