Cara Mengatur Shipment Campuran (Fragile + Non-Fragile)Banyak UMKM yang melakukan impor barang sering menggabungkan berbagai jenis produk dalam satu pengiriman. Namun, tanpa teknik shipment campuran yang tepat, barang fragile bisa rusak atau non-fragile bisa menekan dan merusak barang lain. Artikel ini menjelaskan cara mengatur pengiriman campuran agar aman dan efisien.

shipment campuran fragile dan non-fragile

Mengapa Shipment Campuran Membutuhkan Penanganan Khusus?

Pengiriman campuran bukan cuma soal menggabungkan barang ke dalam satu pallet atau satu kontainer. Ada risiko berbeda antara produk fragile dan non-fragile yang harus diperhitungkan.

  • Barang fragile mudah pecah, tergores, atau retak.
  • Barang non-fragile cenderung lebih berat dan bisa merusak barang rapuh.
  • Salah penataan bisa menyebabkan kerugian besar saat barang tiba.
  • Klaim kerusakan lebih sulit jika packing tidak sesuai SOP.

Oleh karena itu, memahami teknik shipment campuran sangat penting untuk menjaga barang tetap aman dan menghemat biaya.

Identifikasi Barang Fragile dan Non-Fragile Sejak Awal

Langkah pertama dalam mengatur shipment campuran adalah memetakan kategori produk. Supplier biasanya tahu mana yang fragile, tapi Anda tetap harus meminta daftar rinci.

  • Barang fragile: kaca, keramik, kosmetik botol, lampu, elektronik kecil.
  • Barang semi-fragile: kayu tipis, produk dengan bagian mudah patah.
  • Barang non-fragile: tekstil, plastik tebal, alat olahraga, aksesori.
  • Barang berat: mesin kecil, besi, alat industri.

Klasifikasi ini menjadi dasar penyusunan packing dan pallet loading.

Packing Standar untuk Barang Fragile

Sebelum barang fragile digabung ke dalam shipment campuran, pastikan supplier mengikuti SOP packing yang ketat.

  • Gunakan bubble wrap minimal 2–3 lapis.
  • Tambahkan foam sheet di bagian dalam.
  • Gunakan karton double-wall untuk barang fragile.
  • Pastikan ruang kosong di dalam kotak diisi filler.
  • Tempelkan stiker FRAGILE besar pada 2 sisi karton.

Semakin aman packing di level supplier, semakin kecil risiko kerusakan saat shipping.

Teknik Menyusun Barang di Pallet (Pallet Loading)

Pallet adalah bagian paling penting dalam shipment campuran. Barang fragile tidak boleh ditumpuk sembarangan.

  • Letakkan barang non-fragile dan berat di lapisan bawah pallet.
  • Barang fragile ditempatkan di lapisan paling atas.
  • Gunakan karton lebih kecil untuk barang fragile agar tidak menerima tekanan berlebihan.
  • Tambahkan foam board sebagai penahan antar layer.
  • Gunakan shrink wrap tebal untuk mengunci susunan pallet.

Salah penataan pallet bisa menyebabkan kerusakan meski packing barang sudah bagus.

Menggunakan Papan Pemisah (Divider Board)

Dalam shipment campuran, divider board membantu memisahkan tekanan antara barang berat dan rapuh.

  • Gunakan papan tebal (karton honeycomb atau MDF ringan).
  • Tempatkan di antara lapisan bawah dan atas.
  • Gunakan sudut pelindung (corner protector) untuk stabilisasi.
  • Pastikan ukuran papan sesuai ukuran pallet.

Divider ini berfungsi sebagai “perisai” bagi barang fragile.

Labeling yang Jelas untuk Mencegah Kesalahan Penanganan

Label sangat penting dalam shipment campuran, terutama saat barang fragile dicampur dengan barang umum.

  • Gunakan stiker besar: “FRAGILE”, “THIS SIDE UP”, “HANDLE WITH CARE”.
  • Tulis kode barang fragile di depan karton.
  • Tambahkan note khusus pada manifest pallet.
  • Gunakan simbol internasional agar mudah dipahami tim gudang.

Dengan labeling yang jelas, staf gudang dan forwarder akan lebih berhati-hati.

Menentukan Jalur Pengiriman yang Tepat

Pengiriman barang fragile bersama non-fragile membutuhkan jalur yang minim getaran berlebih dan minim pindah-pindah.

  • Jika memungkinkan, gunakan jalur Direct Shipping.
  • Pilih forwarder yang punya pengalaman dengan fragile cargo.
  • Gunakan LCL untuk campuran kecil, FCL lebih aman untuk jumlah besar.
  • Minimalkan cross-docking atau perpindahan pallet antar gudang.

Semakin sedikit perpindahan, semakin kecil peluang barang rusak.

Tabel Ringkasan Proses

Tahap Pelaku Aktivitas Hasil
Packing Fragile Supplier Melapisi dan mengamankan barang Barang fragile lebih aman saat shipping
Pallet Loading Tim Gudang Menyusun barang sesuai SOP Pallet stabil tanpa tekanan berlebih

FAQ Seputar shipment campuran

Apakah barang fragile boleh dicampur dengan barang berat?

Boleh, asal barang berat diletakkan di bawah dan ada divider board yang kuat.

Apakah perlu stiker fragile tambahan?

Ya, sangat disarankan agar tim handling lebih berhati-hati.

Bagaimana jika barang fragile jumlahnya banyak?

Lebih baik pisahkan ke pallet khusus atau gunakan lapisan ekstra pelindung.

Apakah ongkir jadi mahal jika dipisah?

Tidak selalu—terkadang packing yang aman lebih murah dibanding risiko kerusakan.

Kesimpulan

Mengelola shipment campuran membutuhkan strategi packing, pallet loading, dan labeling yang benar agar barang fragile tetap aman. Dengan teknik yang tepat, UMKM bisa menghemat ongkir sekaligus menjaga kualitas barang sampai tujuan.

Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor


Butuh Bantuan Mengatur Shipment Campuran?

RTS siap bantu packing, pallet loading, dan pengiriman barang fragile & non-fragile.

Kami bantu proses packing fragile, mixing pallet, dan pengiriman aman sampai tujuan. Klik untuk konsultasi gratis via WhatsApp.