- RTS Ekspedisi
- Jan 21, 2026
- EDUKASI
Bagaimana Mengatur Safety Lead Time Produksi – Banyak UMKM yang sering mengalami keterlambatan pengiriman hanya karena tidak mengatur safety lead time produksi dengan benar. Padahal, ini adalah kunci agar stok tidak kosong, cashflow aman, dan jadwal impor tetap lancar.

Apa Itu Safety Lead Time Produksi?
Safety lead time produksi adalah waktu tambahan yang ditambahkan ke jadwal produksi utama untuk mengantisipasi delay dari pabrik. Konsep ini penting agar barang tidak terlambat tiba di gudang dan Anda tetap bisa mengamankan momentum permintaan marketplace.
- Mencegah stok kosong saat penjualan naik.
- Mengurangi risiko delay dari supplier.
- Menjaga ritme produksi tetap stabil.
- Memberi ruang bagi QC tambahan jika ada revisi.
Safety lead time bukan hanya soal “cadangan waktu”—ini strategi operasional penting dalam rantai pasok impor.
Komponen Waktu yang Mempengaruhi Lead Time
Untuk mengatur safety lead time produksi secara akurat, Anda harus memahami komponen waktu yang mempengaruhi proses impor.
- Waktu produksi (manufacturing time).
- Waktu QC internal pabrik sebelum pre-shipment.
- Waktu pengecekan Anda jika ada pre-shipment inspection.
- Waktu revisi bila ada cacat minor.
- Waktu booking pengiriman (trucking/port).
- Waktu kejadian tak terduga: cuaca, bahan baku habis, antrean produksi.
Setiap bagian tersebut bisa mengalami delay, sehingga safety lead time dibutuhkan untuk meng-cover semuanya.
Cara Menghitung Safety Lead Time Produksi
Ada rumus sederhana yang bisa dipakai UMKM untuk menghitung safety lead time produksi secara cepat.
- Langkah 1: Catat lead time normal produksi 3–5 batch terakhir.
- Langkah 2: Cari rata-rata delay yang sering terjadi.
- Langkah 3: Tambahkan buffer sesuai tingkat risiko supplier.
- Langkah 4: Tentukan waktu final untuk perencanaan impor.
Contoh: Lead time normal 15 hari, delay rata-rata 2 hari → Safety lead time ideal 17–19 hari.
Strategi Praktis Mengatur Safety Lead Time Produksi
Untuk UMKM yang berurusan dengan supplier luar negeri, berikut strategi yang sangat efektif:
- Gunakan data real dari batch sebelumnya, bukan perkiraan supplier.
- Minta timeline produksi tertulis dan update harian/2 harian.
- Tambahkan buffer minimal 10–20% dari total waktu produksi.
- Berikan approval desain/produksi lebih cepat agar tidak menghambat jadwal.
- Gunakan pre-shipment inspection sebelum tahap pengepakan.
Dengan strategi ini, risiko delay turun drastis meskipun Anda produksi dari luar negeri.
Kesalahan Umum Saat Mengatur Safety Lead Time
Banyak UMKM mengatur safety lead time produksi tetapi tetap salah karena beberapa kebiasaan berikut:
- Percaya jadwal supplier tanpa bukti historis.
- Tidak menghitung waktu revisi saat QC gagal.
- Langsung produksi tanpa timeline tertulis.
- Menambah buffer terlalu kecil padahal risiko tinggi.
Akibatnya: barang selalu telat meskipun sudah “direncanakan”.
Cara Menurunkan Risiko Delay Produksi
Ada beberapa metode agar waktu produksi lebih stabil sehingga safety lead time produksi tidak perlu terlalu besar:
- Bekerja dengan supplier yang sama agar ritme stabil.
- Gunakan order berulang untuk prioritas line produksi.
- Siapkan bahan baku utama lebih awal jika memungkinkan.
- Komunikasi intens + update foto/video setiap progres.
Dengan supplier yang terbiasa bekerja dengan Anda, lead time akan lebih konsisten.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Analisis Lead Time | UMKM | Mengumpulkan data produksi & delay | Lead time real yang lebih akurat |
| Penentuan Safety Lead Time | UMKM & Supplier | Menambahkan buffer & membuat timeline | Jadwal produksi lebih stabil & aman |
FAQ Seputar safety lead time produksi
Berapa persen buffer ideal untuk lead time impor?
Umumnya 10–20%, tetapi bisa lebih jika supplier sering delay.
Apakah safety lead time sama dengan safety stock?
Tidak. Safety stock adalah cadangan barang, safety lead time adalah cadangan waktu.
Apa penyebab utama lead time molor?
Antrean produksi, revisi QC, kekurangan bahan baku, dan cuaca (untuk pengiriman).
Bagaimana cara supplier tidak molor?
Gunakan timeline tertulis + update progres + pre-shipment inspection.
Kesimpulan
Safety lead time produksi adalah komponen penting dalam manajemen impor UMKM agar pengiriman tidak telat, stok tetap aman, dan cashflow berjalan lancar. Dengan buffer waktu yang tepat, Anda bisa mencegah kerugian dan memastikan produksi selalu sesuai jadwal.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor
