Mengenal Jenis Kerusakan Barang Paling Umum saat Transit & Cara MencegahnyaSebagai importir UMKM, Anda wajib memahami jenis kerusakan barang paling umum saat transit dan cara mencegahnya agar barang tiba dengan aman dan tidak menimbulkan kerugian biaya maupun waktu.

jenis kerusakan barang paling umum saat transit dan cara mencegahnya

Mengapa Penting Memahami Jenis Kerusakan Barang Paling Umum saat Transit dan Cara Mencegahnya?

Banyak UMKM mengalami kerugian akibat barang rusak saat pengiriman, baik dalam skala kecil maupun besar. Dengan memahami jenis kerusakan barang paling umum saat transit dan cara mencegahnya, Anda dapat memperbaiki manajemen packing, memilih forwarder lebih bijak, dan mengurangi risiko barang tidak layak jual.

  • Membantu menghindari kerugian finansial.
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan.
  • Membuat sistem packing dan logistik lebih efisien.

Pengetahuan ini sangat penting terutama bagi UMKM yang masih belajar impor dan belum memiliki SOP pengiriman yang kuat.

Kerusakan Fisik Akibat Tekanan atau Tumpukan

Salah satu jenis kerusakan barang paling umum saat transit dan cara mencegahnya adalah kerusakan fisik akibat tekanan dari tumpukan barang lain dalam kontainer atau gudang. Dalam pengiriman LCL, risiko ini lebih tinggi karena barang Anda bercampur dengan barang importir lain.

  • Karton penyok atau berlubang.
  • Bentuk produk berubah (terutama produk plastik atau karton).
  • Produk elektronik ringkih mengalami deformasi struktur.

Solusinya adalah menggunakan karton double wall atau triple wall, memastikan internal padding yang kuat, serta meminta supplier melakukan drop test sebelum pengiriman.

Kerusakan akibat Guncangan selama Perjalanan

Perjalanan laut dan darat sering menyebabkan guncangan kuat yang memicu banyak kerusakan barang. Ini termasuk salah satu jenis kerusakan barang paling umum saat transit dan cara mencegahnya agar UMKM bisa memperbaiki metode packing.

  • Barang pecah atau retak.
  • Komponen dalam mesin longgar.
  • Layar atau bagian kaca mengalami retak rambut (hairline crack).

Pencegahannya meliputi penggunaan foam pad, bubble wrap berlapis, honeycomb board, hingga penguncian barang agar tidak bergerak dalam box.

Kerusakan akibat Kelembaban atau Air

Salah satu jenis kerusakan barang paling umum saat transit dan cara mencegahnya adalah kerusakan akibat kelembaban, terutama ketika barang dikirim dalam kontainer kapal selama 20–30 hari.

  • Jamur pada tekstil atau tas.
  • Karat pada besi dan komponen elektronik.
  • Kardus melembek sehingga tidak mampu menahan beban.

Cara mencegahnya adalah menggunakan silica gel, vacuum pack, lapisan plastik luar, serta memilih forwarder yang memiliki SOP dry area yang baik.

Kerusakan karena Penanganan Buruk (Human Error)

Kerusakan ini sering terjadi saat barang dipindahkan dari gudang ke truk, dari truk ke kontainer, atau saat bongkar muat di pelabuhan. Kategori ini masuk dalam jenis kerusakan barang paling umum saat transit dan cara mencegahnya yang harus dikontrol.

  • Barang terjatuh saat pengangkatan.
  • Ditindih oleh barang yang terlalu berat.
  • Kardus terseret atau robek.

Mencegahnya dengan marking “FRAGILE”, sistem palletizing, dan memilih forwarder yang memiliki SOP handling baik serta CS yang responsif.

Kerusakan akibat Packing yang Tidak Sesuai Standar

Packing buruk adalah akar dari sebagian besar kerusakan pengiriman. Ini sangat relevan dalam daftar jenis kerusakan barang paling umum saat transit dan cara mencegahnya bagi UMKM.

  • Box terlalu besar sehingga barang bergerak bebas.
  • Box terlalu kecil sehingga tekanan langsung diterima barang.
  • Lapisan pelindung minim atau tidak sesuai jenis barang.

Solusi terbaik adalah meminta supplier menggunakan packing berstandar ekspor atau memanfaatkan layanan repacking forwarder yang profesional.

Tabel Ringkasan Proses

Tahap Pelaku Aktivitas Hasil
Identifikasi Risiko Importir Menganalisis potensi kerusakan sesuai jenis produk Daftar risiko utama
Strategi Pencegahan Supplier / Forwarder Menyiapkan packing, marking, dan perlindungan tambahan Barang lebih aman selama transit

FAQ Seputar jenis kerusakan barang paling umum saat transit dan cara mencegahnya

Apa kerusakan paling sering terjadi selama transit?

Kerusakan fisik seperti penyok, pecah, dan retak merupakan kerusakan yang paling umum terjadi.

Bagaimana cara memastikan packing supplier sudah cukup kuat?

Minta foto/video packing, minta test drop, atau gunakan repacking di gudang forwarder.

Kenapa pengiriman LCL sering menyebabkan kerusakan?

Karena barang dicampur dengan banyak pengiriman lain sehingga tekanan dan perpindahan meningkat.

Apakah kerusakan karena air bisa dicegah?

Bisa, dengan plastik wrapping, silica gel, dan memilih forwarder yang menjaga area loading tetap kering.

Kesimpulan

Dengan memahami jenis kerusakan barang paling umum saat transit dan cara mencegahnya, UMKM dapat meningkatkan keamanan pengiriman, meminimalkan risiko kerugian, dan memastikan barang tiba sesuai standar kualitas. Pencegahan yang tepat selalu lebih murah daripada memperbaiki kerusakan.

Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor


Ingin Barang Aman Tanpa Kerusakan Saat Transit?

Gunakan layanan packing & gudang RTS untuk pengiriman yang lebih aman dan minim risiko.

RTS menyediakan layanan repacking, protective packaging, dan konsolidasi aman untuk memastikan barang UMKM tiba tanpa kerusakan. Klik WhatsApp untuk konsultasi gratis.