- RTS Ekspedisi
- Jul 9, 2026
- EDUKASI
Volume Weight dan Dampaknya ke Ongkos Kirim Impor – Memahami Volume Weight adalah kunci agar UMKM dan pebisnis impor tidak salah menghitung ongkos kirim. Banyak importir pemula kaget karena biaya kirim lebih mahal dari perkiraan. Penyebabnya? Salah memahami konsep volume weight dalam perhitungan logistik internasional.

Apa Itu Volume Weight dalam Pengiriman Impor?
Volume Weight adalah metode perhitungan berat berdasarkan dimensi (panjang, lebar, tinggi) barang, bukan berat aktualnya. Dalam pengiriman internasional, terutama impor dari China, perusahaan ekspedisi tidak hanya melihat kilogram timbangan, tetapi juga ukuran fisik paket.
Kenapa demikian? Karena ruang di kapal laut atau pesawat sangat terbatas. Barang ringan tetapi besar tetap memakan tempat. Maka dari itu, biaya dihitung berdasarkan volume weight jika nilainya lebih besar dari berat aktual.
- Digunakan dalam pengiriman udara dan laut.
- Berlaku untuk sistem LCL (Less Container Load).
- Bertujuan menyesuaikan biaya dengan ruang yang dipakai.
Artinya, walaupun barang Anda hanya 10 kg, jika dimensinya besar, maka ongkos kirim bisa dihitung seperti 30 kg atau lebih.
Cara Menghitung Volume Weight dengan Rumus Sederhana
Agar tidak salah hitung, Anda wajib memahami rumus dasar Volume Weight. Untuk pengiriman udara, rumus umum yang digunakan adalah:
Volume Weight = (Panjang x Lebar x Tinggi) / 6000
Sedangkan untuk pengiriman laut biasanya menggunakan konversi 1 CBM = 1000 kg (tergantung kebijakan forwarder).
- Ukur dalam satuan centimeter (cm).
- Kalikan panjang x lebar x tinggi.
- Bagi dengan angka konversi (6000 untuk udara).
Contoh: Barang ukuran 60 x 50 x 40 cm.
60 x 50 x 40 = 120.000
120.000 / 6000 = 20 kg
Jika berat asli hanya 12 kg, maka ongkos kirim tetap dihitung 20 kg karena volume weight lebih besar.
Kenapa Volume Weight Bisa Membuat Ongkos Kirim Mahal?
Banyak pebisnis impor mengira biaya hanya berdasarkan timbangan. Padahal Volume Weight sering kali menjadi faktor utama pembengkakan biaya.
- Kemasan terlalu besar.
- Supplier tidak memadatkan packing.
- Barang ringan tapi makan tempat.
Misalnya impor boneka, lampu plastik, atau packaging kosong. Beratnya ringan, tapi ukurannya besar. Inilah yang membuat ongkir membengkak.
Solusinya? Koordinasi dengan supplier agar packing lebih padat atau gunakan jasa konsolidasi agar biaya lebih efisien.
Perbedaan Berat Aktual dan Volume Weight
Dalam sistem logistik, selalu dibandingkan antara berat aktual dan Volume Weight. Yang lebih besar akan dipakai sebagai dasar perhitungan ongkos kirim.
- Berat aktual: hasil timbangan asli.
- Volume weight: hasil perhitungan dimensi.
Contoh sederhana:
- Berat asli: 15 kg
- Volume weight: 22 kg
Maka biaya dihitung 22 kg.
Karena itu, sebelum barang dikirim dari China, sebaiknya minta detail dimensi karton dari supplier.
Strategi UMKM Agar Tidak Rugi Karena Volume Weight
Agar bisnis impor tetap untung, Anda perlu strategi menghadapi Volume Weight.
- Minta supplier gunakan vacuum packing jika memungkinkan.
- Hindari kemasan berlapis berlebihan.
- Konsultasikan estimasi biaya sebelum barang dikirim.
- Gunakan jasa forwarder berpengalaman.
Banyak UMKM rugi karena tidak memperhitungkan volume weight sejak awal negosiasi. Padahal selisihnya bisa jutaan rupiah jika kirim rutin.
Kapan Volume Weight Tidak Terlalu Berpengaruh?
Tidak semua barang terdampak besar oleh Volume Weight. Produk yang padat dan berat seperti besi, mesin, atau logam biasanya lebih dominan berat aktual.
- Barang padat dan berat.
- Ukuran kecil namun bobot tinggi.
- Pengiriman FCL satu kontainer penuh.
Namun untuk LCL dan air freight, volume weight hampir selalu jadi faktor penting.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Ukur Dimensi | Supplier | Mengukur panjang, lebar, tinggi karton | Data ukuran akurat |
| Hitung Volume Weight | Forwarder | Menggunakan rumus konversi | Berat perhitungan ongkir |
| Bandingkan Berat | Ekspedisi | Membandingkan berat aktual & volume | Penentuan biaya kirim |
FAQ Seputar Volume Weight
Apa itu volume weight dalam impor?
Volume weight adalah perhitungan berat berdasarkan ukuran barang untuk menentukan ongkos kirim impor.
Mana yang dipakai, berat asli atau volume weight?
Yang dipakai adalah nilai yang lebih besar antara berat aktual dan volume weight.
Apakah semua pengiriman pakai volume weight?
Hampir semua pengiriman udara dan LCL menggunakan volume weight sebagai dasar perhitungan.
Bagaimana cara menekan biaya volume weight?
Gunakan packing padat, kurangi ukuran karton, dan konsultasikan dengan forwarder sebelum kirim barang.
Kesimpulan
Volume Weight adalah faktor penting dalam menentukan ongkos kirim impor. Tanpa memahami konsep ini, UMKM bisa salah hitung dan margin keuntungan tergerus. Dengan mengetahui cara hitung dan strategi mengoptimalkan packing, biaya logistik bisa lebih terkendali.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor
