- RTS Ekspedisi
- Jan 20, 2026
- EDUKASI
Checklist Pre-Shipment Inspection Versi UMKM – Banyak UMKM impor yang kesulitan menjaga kualitas karena tidak memakai checklist pre-shipment inspection yang detail. Padahal, ini adalah alat paling efektif untuk memastikan barang lolos QC sebelum dikirim dari pabrik.

Apa Itu Checklist Pre-Shipment Inspection?
Checklist pre-shipment inspection adalah daftar pengecekan standar yang digunakan sebelum barang dikirim dari supplier atau pabrik. Fungsinya adalah memastikan produk sesuai pesanan, bebas cacat, dan sudah lolos quality control terakhir.
- Mencegah kerugian akibat cacat kirim
- Memastikan kesesuaian spesifikasi
- Mengurangi risiko retur dari marketplace atau buyer
- Membantu UMKM mengontrol kualitas walau produksi di luar negeri
Checklist ini wajib ada karena begitu barang dikirim, seluruh risiko sudah berpindah ke pembeli. Untuk UMKM, kerusakan sekecil apa pun bisa membuat modal macet dan rating toko turun.
Komponen Penting Dalam Checklist Pre-Shipment Inspection
Agar checklist pre-shipment inspection efektif, ia harus mencakup komponen yang memeriksa fisik, fungsi, dan detail teknis produk. Berikut elemen penting yang harus selalu ada:
- Jumlah dan kuantitas: cocokkan dengan Purchase Order.
- Dimensi produk: panjang, lebar, tinggi, dan toleransi.
- Berat produk: penting untuk perhitungan ongkir.
- Material & finishing: sesuai spesifikasi yang dijanjikan?
- Fungsi utama: apakah menyala, bergerak, atau berfungsi normal?
- Warna: bandingkan dengan standar Pantone atau sampel.
- Printing/branding: cek ketajaman, posisi, dan kesalahan cetak.
- Packing: jenis karton, ketebalan, inner box, bubble wrap.
Jika salah satu bagian ini tidak masuk checklist, potensi cacat kirim akan meningkat signifikan.
Cara Menyusun Checklist Pre-Shipment Inspection Versi UMKM
Banyak UMKM merasa pusing membuat checklist dari nol. Berikut langkah praktis yang bisa langsung Anda terapkan:
- Buat daftar spesifikasi utama dari supplier: ukuran, berat, bahan, fungsi.
- Tambahkan toleransi setiap poin, misalnya “±2 mm”.
- Buat bagian “Pass/Fail” untuk setiap poin agar mudah menilai.
- Sisipkan foto referensi dalam file checklist.
- Berikan checklist ke QC pabrik sebelum produksi selesai.
- Minta laporan foto/video berdasarkan daftar tersebut.
Ini membuat supplier bekerja lebih rapi dan mengurangi miskomunikasi.
Kesalahan Umum UMKM Saat Melakukan Pre-Shipment
Tanpa checklist pre-shipment inspection yang jelas, sering terjadi kesalahan seperti:
- Hanya mengecek fungsi tanpa cek finishing dan detail kecil.
- Tidak mencocokkan packing dengan standar ekspor.
- QC hanya lihat sampel, tidak cek random 5–10% barang.
- Tidak punya standar toleransi, sehingga detail produk berbeda-beda.
Kesalahan-kesalahan kecil ini bisa membuat seluruh pengiriman bermasalah.
Contoh Checklist Pre-Shipment Inspection Versi UMKM
Berikut contoh struktur checklist yang bisa langsung Anda adaptasi:
- Bagian A – Fisik Produk: ukuran, bahan, berat, warna.
- Bagian B – Fungsi: daya, performa, tombol, respon.
- Bagian C – Finishing: cat, printing, jahitan, struktur.
- Bagian D – Packing: bubble wrap, inner box, karton.
- Bagian E – Kuantitas: jumlah pcs, carton, batch.
Format seperti ini sangat simple, bisa dipakai untuk produk apa pun.
Manfaat Memakai Checklist untuk Kelancaran Impor UMKM
Dengan checklist pre-shipment inspection, UMKM bisa mendapatkan banyak keuntungan:
- Supplier bekerja lebih profesional karena tahu standar jelas.
- Meminimalkan retur dari pelanggan marketplace.
- Produksi lebih konsisten antar batch.
- Menghemat biaya quality control jangka panjang.
Checklist adalah investasi kecil untuk menghindari kerugian besar.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Penyusunan Checklist | UMKM | Membuat daftar spesifikasi & toleransi | Checklist pre-shipment inspection siap pakai |
| QC & Verifikasi | Supplier/QC Gudang | Mengecek produk sesuai checklist | Barang lolos QC dan siap kirim |
FAQ Seputar checklist pre-shipment inspection
Apa tujuan utama pre-shipment inspection?
Untuk memastikan barang sesuai pesanan dan bebas cacat sebelum dikirim dari pabrik.
Apakah UMKM wajib punya checklist sendiri?
Sangat disarankan agar supplier punya standar jelas dan tidak asal QC.
Berapa persen barang yang perlu dicek?
Minimal 5–10% secara random sampling tergantung jumlah produksi.
Apakah QC bisa dilakukan dari jarak jauh?
Bisa melalui foto/video detail jika tidak menggunakan jasa QC lokal.
Kesimpulan
Checklist pre-shipment inspection adalah senjata penting UMKM impor untuk mencegah cacat kirim, memastikan kualitas stabil, dan menjaga profit tetap aman. Dengan checklist yang jelas, QC berjalan lebih rapi dan risiko kerugian dapat ditekan.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor
