- RTS Ekspedisi
- Nov 18, 2025
- EDUKASI
Jenis-jenis Sertifikat Produk yang Dibutuhkan Saat Impor – Memahami sertifikat produk impor adalah langkah penting agar bisnis impor Anda berjalan lancar, aman, dan legal di mata hukum. Bagi pelaku UMKM, kelengkapan dokumen ini bisa menentukan cepat atau tidaknya barang keluar dari pelabuhan.

Pentingnya Sertifikat Produk dalam Kegiatan Impor
Sertifikat produk berfungsi untuk memastikan bahwa barang yang masuk ke Indonesia memenuhi standar keamanan, mutu, dan legalitas. Bea Cukai serta instansi teknis akan memeriksa sertifikasi ini sebelum barang dapat diedarkan.
- Mencegah penahanan barang di pelabuhan akibat dokumen tidak lengkap.
- Menjamin keamanan produk bagi konsumen.
- Memenuhi regulasi dari Kementerian Perdagangan, BPOM, dan instansi lainnya.
Tanpa dokumen lengkap, barang impor bisa tertahan berbulan-bulan atau bahkan ditolak masuk ke Indonesia.
Jenis-jenis Sertifikat Produk Impor yang Wajib Diketahui
Berikut adalah beberapa jenis sertifikat produk impor yang umumnya dibutuhkan tergantung pada kategori barang yang diimpor.
- Sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) – Wajib untuk produk elektronik, mainan anak, dan peralatan rumah tangga.
- Sertifikat BPOM – Diperlukan untuk produk makanan, minuman, kosmetik, dan suplemen.
- Sertifikat Karantina – Untuk impor hewan, tumbuhan, dan produk turunannya.
- Certificate of Origin (COO) – Dokumen yang menyatakan asal barang untuk kepentingan tarif bea masuk dan perjanjian perdagangan bebas.
- Material Safety Data Sheet (MSDS) – Dibutuhkan untuk bahan kimia agar memastikan keamanan penyimpanan dan pengiriman.
Setiap kategori barang memiliki persyaratan berbeda, jadi penting untuk memahami regulasi sebelum melakukan pemesanan dari luar negeri.
Instansi yang Mengeluarkan Sertifikat Produk Impor
Beragam instansi pemerintah memiliki kewenangan mengeluarkan sertifikat produk impor sesuai bidangnya. Berikut beberapa di antaranya:
- BSN (Badan Standardisasi Nasional) untuk sertifikat SNI.
- BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk makanan, minuman, dan kosmetik.
- Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian untuk produk hewani dan nabati.
- Kementerian Perdagangan untuk izin impor dan dokumen COO.
- Kementerian Kesehatan untuk alat kesehatan dan farmasi.
Importir bisa mengajukan sertifikat ini melalui lembaga resmi atau pihak ketiga yang berpengalaman dalam pengurusan dokumen impor.
Langkah Mendapatkan Sertifikat Produk Impor
Proses pengurusan sertifikat bisa memakan waktu, tergantung pada jenis produk dan lembaga yang menerbitkannya. Berikut langkah umumnya:
- Identifikasi kategori produk dan instansi yang berwenang.
- Lengkapi dokumen seperti invoice, packing list, dan spesifikasi teknis produk.
- Ajukan permohonan sertifikasi melalui sistem online masing-masing lembaga.
- Lakukan uji laboratorium (jika diperlukan) untuk mendapatkan hasil verifikasi mutu.
- Tunggu persetujuan resmi berupa sertifikat elektronik atau fisik.
Biasanya, sertifikat ini berlaku untuk periode tertentu dan perlu diperbarui secara berkala jika barang terus diimpor.
Kesalahan Umum Importir dalam Pengurusan Sertifikat
Banyak UMKM yang belum memahami detail administratif dalam impor, sehingga sering melakukan kesalahan seperti:
- Menganggap semua barang tidak butuh sertifikat padahal banyak produk termasuk kategori wajib SNI.
- Tidak memeriksa daftar HS Code yang menentukan kewajiban sertifikasi.
- Memesan barang sebelum dokumen siap, menyebabkan penahanan di bea cukai.
- Menggunakan dokumen palsu dari supplier luar negeri yang bisa berakibat pidana.
Hindari hal-hal tersebut dengan selalu berkonsultasi kepada pihak forwarder atau konsultan impor profesional.
Manfaat Mengurus Sertifikat Produk Impor Secara Lengkap
Meski tampak rumit, memiliki sertifikat produk lengkap memberi banyak keuntungan:
- Barang lebih cepat lolos bea cukai.
- Nilai jual produk meningkat karena terjamin legalitasnya.
- Meningkatkan kepercayaan pembeli dan marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada.
- Mempermudah ekspansi ke retail modern atau B2B.
Jadi, jangan anggap sertifikasi sebagai beban, tapi sebagai investasi legalitas bisnis Anda.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| 1. Identifikasi Produk | Importir | Menentukan kategori barang dan HS Code | Daftar sertifikat yang dibutuhkan |
| 2. Pengajuan Sertifikat | Importir / Konsultan | Mengajukan permohonan ke instansi terkait | Proses verifikasi berjalan |
| 3. Pemeriksaan dan Uji Lab | Instansi | Melakukan penilaian mutu dan keamanan produk | Hasil uji resmi |
| 4. Penerbitan Sertifikat | Instansi | Mengeluarkan sertifikat sesuai standar | Produk siap impor legal |
FAQ Seputar sertifikat produk impor
Apakah semua barang impor wajib memiliki sertifikat?
Tidak semua, tetapi banyak kategori seperti makanan, elektronik, dan mainan anak wajib memiliki sertifikat resmi.
Berapa lama proses penerbitan sertifikat impor?
Rata-rata 1–4 minggu tergantung jenis produk dan instansi yang mengeluarkan.
Bisakah menggunakan sertifikat dari negara asal?
Bisa sebagai referensi, namun tetap perlu pengakuan atau verifikasi dari lembaga Indonesia.
Apakah RTS bisa bantu urus sertifikat impor?
Ya, RTS dapat membantu konsultasi dan pengurusan dokumen sertifikasi sesuai kebutuhan produk Anda.
Kesimpulan
Memahami sertifikat produk impor sangat penting agar bisnis Anda tidak terhambat di bea cukai. Dengan dokumen lengkap, proses impor lebih cepat dan legalitas produk terjamin. Gunakan jasa profesional untuk memastikan semua persyaratan terpenuhi sebelum barang dikirim dari luar negeri.
