- RTS Ekspedisi
- Dec 9, 2025
- EDUKASI
Kapan Harus Upgrade ke FCL (Full Container Load)? – Banyak importir UMKM bingung kapan harus upgrade ke FCL. Keputusan ini sangat menentukan efisiensi biaya, kecepatan pengiriman, dan kemampuan bisnis untuk scale up.

Apa Itu FCL dan Kapan Harus Upgrade ke FCL?
FCL (Full Container Load) adalah pengiriman dengan satu kontainer penuh, baik 20ft maupun 40ft. Importir biasanya mulai mempertimbangkan kapan harus upgrade ke FCL saat volume barang sudah cukup besar atau biaya LCL semakin tidak efisien.
- LCL: bayar per kubik (CBM).
- FCL: bayar per kontainer.
Jika CBM makin banyak, biaya LCL bisa jadi lebih mahal daripada satu kontainer FCL.
Tanda-tanda UMKM Sudah Waktunya Upgrade ke FCL
Ada beberapa indikator kuat yang menunjukkan Anda sudah masuk tahap kapan harus upgrade ke FCL untuk hemat ongkir dan waktu.
- Pengiriman bulanan sudah konsisten di atas 18–20 CBM.
- Produk fast-moving dan butuh restock cepat.
- Banyak SKU yang memakan volume besar.
- Stok sering habis akibat LCL yang lebih lambat.
Jika dua atau lebih indikator ini terasa, sangat mungkin Anda sudah siap pindah ke kontainer penuh.
Perbandingan Biaya LCL vs FCL
Keputusan kapan harus upgrade ke FCL biasanya ditentukan dari perbandingan biaya berikut:
- LCL: biaya per CBM cenderung lebih mahal.
- FCL: biaya tetap per kontainer, lebih murah jika sudah banyak barang.
- FCL memberikan biaya rata-rata per CBM yang lebih rendah.
Contoh: Jika LCL Rp 3,2 juta/CBM dan Anda impor 20 CBM, totalnya Rp 64 juta. Sementara FCL 20ft mungkin hanya Rp 45–55 juta.
Keuntungan Utama Upgrade ke FCL (Full Container Load)
Mengambil kontainer penuh memberikan banyak keuntungan yang tidak didapat di LCL.
- Lead time lebih cepat karena kontainer tidak menunggu konsolidasi.
- Risiko kerusakan lebih kecil karena isi kontainer milik Anda.
- Pengepakan lebih rapi dan aman.
- Biaya per CBM jauh lebih murah.
Bagi importir yang sedang scale up, keputusan upgrade ini akan terasa dampaknya.
Kapan Harus Upgrade ke FCL Berdasarkan Volume & Siklus Restock
Selain mengukur volume, Anda juga perlu memperhatikan siklus restock. Keputusan kapan harus upgrade ke FCL dapat dihitung dari:
- Restock bulanan di atas 15–18 CBM.
- Restock 2–3 kali per bulan yang jika digabung setara 1 kontainer.
- Produk dengan demand cepat seperti home goods, fashion, aksesoris.
Jika restock terlalu sering, FCL membuat jadwal lebih stabil dan biaya lebih hemat.
Risiko Jika Terlambat Upgrade ke FCL
Importir yang terlalu lama bertahan di LCL padahal volume sudah besar akan mengalami beberapa kerugian.
- Biaya ongkir lebih mahal karena akumulasi CBM.
- Lead time lebih lama karena menunggu konsolidasi.
- Risiko barang rusak lebih besar saat dicampur dengan kiriman lain.
- Over-stock dan under-stock lebih sering terjadi.
Dengan memahami kapan harus upgrade ke FCL, Anda bisa menghindari pemborosan biaya yang tidak perlu.
Tabel Ringkasan Kapan Harus Upgrade ke FCL
| Indikator | Kondisi | Sinyal Upgrade |
|---|---|---|
| Volume CBM | 18–20 CBM/bulan | Sangat siap FCL 20ft |
| Frekuensi Restock | 2–3 kali/bulan | Gabungkan jadi FCL |
| Lead Time | Sering telat di LCL | Upgrade FCL lebih stabil |
FAQ Seputar Kapan Harus Upgrade ke FCL
Berapa minimal volume untuk FCL?
Umumnya mulai hemat dari 18–20 CBM ke atas untuk kontainer 20ft.
Apakah FCL lebih aman dari LCL?
Ya, karena seluruh isi kontainer milik Anda sehingga risiko kerusakan lebih rendah.
Apakah FCL lebih cepat?
Biasanya lebih cepat karena tidak perlu menunggu konsolidasi pengiriman.
Bagaimana jika barang saya belum banyak?
Anda bisa tetap pakai LCL sambil menghitung trend volume untuk kapan harus upgrade ke FCL.
Kesimpulan
Menentukan kapan harus upgrade ke FCL adalah langkah penting bagi importir yang ingin efisiensi biaya dan mempercepat proses restock. Dengan memahami volume, frekuensi restock, dan biaya per CBM, Anda bisa mengambil keputusan yang jauh lebih tepat.
