Kode Marking Barang Impor: Fungsi dan Cara Penulisan yang BenarDalam proses pengiriman dari China, kode marking barang impor berfungsi sebagai identitas penting agar setiap paket dapat dikenali, dicatat, dan diarahkan kepada pemilik yang benar. Kesalahan kecil dalam menulis marking dapat menyebabkan barang sulit ditemukan, tertukar, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses di gudang.

kode marking barang impor yang benar

Apa Itu Kode Marking Barang Impor?

Kode marking barang impor adalah kode identitas yang dicantumkan pada bagian luar kemasan atau karton barang sebelum dikirim ke gudang forwarder di China. Kode tersebut membantu tim gudang mengetahui siapa pemilik barang, tujuan pengiriman, serta data pengiriman yang berkaitan dengan paket tersebut.

Marking berbeda dengan nomor resi pengiriman domestik China. Nomor resi berasal dari perusahaan logistik yang mengantarkan barang dari supplier ke gudang, sedangkan kode marking merupakan identitas pelanggan atau pengiriman di dalam sistem forwarder.

Dalam praktiknya, kode marking membantu proses:

  • Identifikasi pemilik barang saat paket tiba di gudang
  • Pencocokan barang dengan purchase order atau data pelanggan
  • Pengelompokan barang dari beberapa supplier
  • Konsolidasi paket sebelum dikirim ke Indonesia
  • Pencegahan barang tertukar dengan milik pelanggan lain

Kenapa Kode Marking Sangat Penting?

Gudang ekspedisi di China menerima banyak paket dari berbagai supplier setiap hari. Tanpa kode marking barang impor yang jelas, tim gudang hanya dapat melihat informasi dari label pengiriman domestik yang belum tentu mencantumkan nama pelanggan secara lengkap.

Marking yang benar membuat proses penerimaan barang menjadi lebih cepat karena petugas gudang dapat langsung menghubungkan paket dengan akun pelanggan yang terdaftar.

  • Barang lebih cepat tercatat dalam sistem
  • Risiko paket tidak teridentifikasi menjadi lebih kecil
  • Proses konsolidasi lebih mudah dilakukan
  • Pelanggan lebih mudah memantau status barang
  • Komunikasi antara supplier, pelanggan, dan gudang menjadi lebih jelas

Karena itu, kode marking sebaiknya sudah diberikan kepada supplier sebelum barang dikemas dan dikirim.

Format Kode Marking Barang Impor

Format kode marking barang impor dapat berbeda pada setiap ekspedisi, gudang, atau jalur pengiriman. Oleh karena itu, pelanggan harus menggunakan kode yang sudah diberikan atau terdaftar pada sistem RTS Ekspedisi dan tidak membuat kode sendiri.

Contoh format penulisan secara umum:

[KODE MARKING]
[KOTA ATAU GUDANG TUJUAN]
KARTON 1 DARI 5

Keterangan:

  • Kode marking: identitas pelanggan yang terdaftar pada sistem
  • Kota atau gudang tujuan: kode lokasi gudang yang diberikan oleh RTS
  • Nomor karton: urutan paket apabila terdapat lebih dari satu karton

Gunakan format yang dikirimkan oleh customer service RTS. Jangan mengubah susunan huruf, angka, tanda hubung, atau kode lokasi tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu.

Cara Menulis Marking pada Karton

Penulisan kode marking barang impor harus mudah dibaca dan tidak tertutup oleh label lain. Marking dapat dicetak menggunakan kertas, stiker, atau ditulis menggunakan spidol permanen.

Berikut cara penulisannya:

  • Gunakan huruf kapital yang jelas
  • Gunakan ukuran tulisan yang cukup besar
  • Tempelkan marking pada sisi luar karton
  • Hindari menempel marking tepat pada sambungan atau lipatan kardus
  • Gunakan tinta atau stiker yang tidak mudah luntur
  • Pastikan tidak ada huruf dan angka yang terpotong
  • Tempelkan marking pada lebih dari satu sisi untuk paket berukuran besar

Untuk barang yang dikemas menggunakan karung, peti kayu, atau bubble wrap, marking tetap harus ditempatkan pada bagian terluar sehingga dapat langsung terlihat saat barang diterima.

Memberikan Kode Marking kepada Supplier

Setelah mendapatkan kode marking dari RTS Ekspedisi, kirimkan informasi tersebut kepada supplier sebelum proses pengemasan selesai. Jelaskan bahwa marking harus ditempel pada setiap karton, bukan hanya pada satu karton utama.

Pesan sederhana yang dapat dikirimkan kepada supplier:

Please attach this shipping mark clearly on every carton before delivery to the warehouse. After attaching the label, please send photos for confirmation.

Selain memberikan teks marking, pelanggan disarankan mengirimkan contoh desain label dalam bentuk gambar atau PDF agar supplier tidak salah menyalin kode.

  • Kirim marking sebelum barang selesai dikemas
  • Minta supplier menempelkan marking pada setiap karton
  • Minta foto karton setelah marking ditempel
  • Periksa kembali huruf, angka, dan kode gudang
  • Simpan foto sebagai dokumentasi pengiriman

Marking untuk Barang dari Banyak Supplier

Salah satu keuntungan menggunakan gudang konsolidasi adalah pelanggan dapat membeli barang dari beberapa supplier dan menggabungkannya dalam satu pengiriman. Dalam kondisi ini, seluruh supplier tetap harus menggunakan kode marking barang impor milik pelanggan yang sama.

Agar proses pencocokan lebih mudah, pelanggan juga dapat menambahkan informasi pendukung seperti:

  • Nama atau kode supplier
  • Nomor purchase order
  • Jenis barang
  • Jumlah karton
  • Nomor urut paket

Informasi tambahan tersebut tidak boleh menggantikan kode marking utama. Kode marking dari RTS harus tetap menjadi informasi yang paling jelas pada label.

Kesalahan Umum dalam Penulisan Marking

Kesalahan marking sering terjadi karena supplier menerima informasi yang kurang lengkap atau pelanggan tidak memeriksa foto sebelum barang dikirim.

Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

  • Salah menulis satu huruf atau angka pada kode marking
  • Menggunakan kode marking milik pengiriman sebelumnya
  • Tidak mencantumkan kode gudang atau kota tujuan
  • Marking hanya ditempel pada satu karton dari beberapa karton
  • Ukuran tulisan terlalu kecil dan sulit dibaca
  • Label tertutup lakban, resi, atau dokumen lain
  • Marking rusak karena tinta luntur atau kertas terkena air
  • Supplier mengirim barang sebelum marking ditempel

Apabila terjadi kesalahan, segera informasikan nomor resi domestik China, nama supplier, jumlah karton, foto barang, dan tanggal pengiriman kepada customer service RTS.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Barang Dikirim?

Setelah supplier mengirim barang ke gudang RTS China, pelanggan sebaiknya tidak hanya menunggu. Ada beberapa data yang harus dikumpulkan agar proses penerimaan dapat dipantau dengan baik.

  • Minta nomor resi pengiriman domestik China
  • Minta nama perusahaan logistik yang digunakan
  • Minta foto paket yang sudah diberi marking
  • Catat jumlah karton yang dikirim
  • Pastikan alamat gudang sudah benar
  • Pantau status barang melalui portal atau informasi dari RTS

Nomor resi domestik sangat membantu apabila paket sudah dinyatakan sampai oleh kurir, tetapi belum berhasil dicocokkan dengan data pelanggan.

Checklist Sebelum Supplier Mengirim Barang

Gunakan checklist berikut sebelum memberikan persetujuan kepada supplier untuk mengirim barang:

  • Kode marking sudah sesuai dengan data RTS
  • Alamat gudang China sudah benar
  • Marking ditempel pada setiap karton
  • Jumlah karton sesuai dengan pesanan
  • Nomor urut karton sudah ditulis dengan benar
  • Foto marking sudah diperiksa
  • Packing sudah cukup aman untuk perjalanan
  • Nomor resi akan diberikan setelah barang dikirim

Checklist sederhana ini dapat mengurangi risiko kesalahan administrasi dan membantu barang diproses lebih cepat saat tiba di gudang.

Tabel Ringkasan Proses

Tahap Pelaku Aktivitas Hasil
Mendapatkan Marking Pelanggan dan RTS Memastikan kode pelanggan dan gudang tujuan Kode marking yang valid
Pemasangan Label Supplier Menempelkan marking pada setiap karton Paket mudah dikenali
Pemeriksaan Foto Pelanggan Memeriksa kode, jumlah, dan posisi label Kesalahan dapat dicegah
Pengiriman ke Gudang Supplier dan Kurir Mengirim paket serta memberikan nomor resi Barang dapat dipantau
Penerimaan Barang Gudang RTS China Mengidentifikasi dan mencatat paket Barang masuk data pelanggan

FAQ Seputar Kode Marking Barang Impor

Apakah setiap karton harus menggunakan kode marking?

Ya. Kode marking sebaiknya dicantumkan pada setiap karton agar semua paket dapat dikenali dan dicocokkan dengan data pelanggan.

Apakah kode marking sama dengan nomor resi?

Tidak. Kode marking merupakan identitas pelanggan atau pengiriman pada sistem forwarder, sedangkan nomor resi digunakan untuk melacak perjalanan paket dari supplier menuju gudang.

Bagaimana jika supplier salah menulis kode marking?

Segera minta supplier memperbaiki label sebelum paket dikirim. Jika paket sudah dikirim, hubungi customer service RTS dengan menyertakan nomor resi, foto paket, nama supplier, dan jumlah karton.

Bolehkah membuat kode marking sendiri?

Tidak disarankan. Gunakan kode marking yang sudah diberikan atau terdaftar pada sistem RTS agar paket dapat diidentifikasi dengan benar.

Apakah marking boleh ditulis menggunakan spidol?

Boleh, selama tulisannya besar, jelas, menggunakan tinta permanen, tidak mudah luntur, dan sesuai dengan kode yang diberikan RTS.

Kesimpulan

Kode marking barang impor merupakan identitas penting yang membantu gudang mengenali dan mencatat setiap paket milik pelanggan. Marking yang salah, tidak lengkap, atau tidak terlihat dapat memperlambat proses identifikasi barang.

Pastikan kode marking ditulis sesuai informasi dari RTS, ditempel pada setiap karton, dan diperiksa melalui foto sebelum supplier mengirim barang. Jangan lupa meminta nomor resi domestik China sebagai data pendukung untuk pelacakan.

Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan mengenai marking, alamat gudang, konsolidasi, atau pengiriman barang dari China, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani pengiriman door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk kebutuhan impor Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor.


Pastikan Marking Barang Anda Sudah Benar

Konsultasikan kode marking dan pengiriman barang Anda bersama RTS

Hindari barang sulit dikenali karena kesalahan marking. Tim RTS siap membantu memastikan kode, alamat gudang, konsolidasi, dan proses pengiriman barang dari China ke Indonesia berjalan lebih aman dan terpantau.