- RTS Ekspedisi
- Feb 8, 2026
- EDUKASI
Cara Menentukan Produk untuk Disimpan & Pre-Order bagi UMKM – Panduan ini membantu pelaku UMKM memahami cara memilih produk mana yang harus disimpan dan mana yang pre-order agar bisnis tetap efisien, modal tidak terkunci di stok, dan penjualan lebih stabil.

Pentingnya Memilih Produk Mana yang Harus Disimpan dan Mana yang Pre-Order
Keputusan menentukan produk mana yang harus disimpan dan mana yang pre-order adalah fondasi penting dalam manajemen inventori. Banyak UMKM mengalami arus kas terganggu hanya karena salah memilih produk untuk distok. Sebaliknya, keputusan yang tepat dapat meningkatkan penjualan sekaligus menjaga cashflow tetap sehat.
- Stok yang tepat dapat mempercepat pengiriman ke pelanggan.
- Model pre-order dapat mengurangi risiko penumpukan barang.
- Keputusan inventori yang tepat membantu bisnis tetap fleksibel.
Jika UMKM memahami bagaimana menganalisis produk, maka keputusan stok bisa lebih akurat dan berdampak langsung pada profit.
Produk yang Layak Disimpan: Kriteria & Karakteristik
Untuk menentukan produk mana yang harus disimpan dan mana yang pre-order, Anda harus memahami ciri produk yang sebaiknya distok di gudang. Tidak semua produk cocok dijadikan ready stock. Namun beberapa ciri berikut menjadi indikator kuat.
- Produk Fast Moving – barang dengan permintaan tinggi dan stabil.
- Produk dengan Margin Tinggi – profit besar bisa menutup biaya penyimpanan.
- Produk yang Variannya Sedikit – meminimalkan risiko dead stock.
- Produk dengan Cycle Time Lama – jika produksi dari China butuh 20–30 hari, stok membantu menjaga ketersediaan.
Dengan mengenali karakteristik ini, UMKM bisa menyiapkan stok yang tepat sasaran—bukan hanya asal menyimpan barang.
Produk yang Lebih Aman Dijual dengan Sistem Pre-Order
Selain produk yang cocok disimpan, ada kategori barang yang lebih aman dijual dengan sistem pre-order. Menentukan produk mana yang harus disimpan dan mana yang pre-order membutuhkan analisis risiko dan fleksibilitas.
- Produk Custom – warna, ukuran, atau desain sering berbeda tiap pelanggan.
- Produk Slow Moving – permintaan rendah atau jarang dibeli.
- Produk Bernilai Tinggi – modal besar jika harus disimpan.
- Produk Musiman – seperti barang event atau tren yang cepat berubah.
Pre-order memberikan ruang bagi UMKM untuk berjualan tanpa terbebani modal atau risiko penyimpanan barang.
Cara Menganalisis Data Penjualan untuk Keputusan Stok
Agar dapat menentukan produk mana yang harus disimpan dan mana yang pre-order secara objektif, Anda perlu menganalisis data penjualan. Keputusan berdasarkan data hampir selalu lebih akurat dibanding intuisi.
- Periksa Repeat Order – produk yang sering dipesan ulang layak distok.
- Lihat tren penjualan 3–6 bulan terakhir.
- Hitung lead time produksi + pengiriman.
- Analisis komplain & retur – produk dengan masalah kualitas sebaiknya tidak distok.
Data penjualan adalah fondasi pengambilan keputusan inventori yang minim risiko.
Menyeimbangkan Cashflow dengan Strategi Storage & Pre-Order
Dalam menentukan produk mana yang harus disimpan dan mana yang pre-order, UMKM harus memperhatikan cashflow. Terlalu banyak stok dapat mengunci modal dan menimbulkan biaya tambahan. Sebaliknya, pre-order yang berlebihan dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman ke pelanggan.
- Alokasikan 40–60% modal untuk stok fast moving.
- Gunakan sistem pre-order untuk barang mahal atau besar.
- Gunakan gudang konsolidasi di China agar lebih fleksibel dalam pengiriman batch kecil.
Dengan keseimbangan yang tepat, cashflow UMKM bisa tetap sehat tanpa mengorbankan kecepatan layanan.
Kesalahan Umum UMKM Saat Menentukan Stok & Pre-Order
Banyak UMKM salah menerapkan strategi sehingga keputusan produk mana yang harus disimpan dan mana yang pre-order menjadi tidak efektif. Berikut beberapa kesalahan umum:
- Hanya ikut tren tanpa analisis.
- Stok terlalu banyak varian sehingga modal terpecah.
- Tidak menghitung biaya penyimpanan.
- Pre-order untuk barang fast moving, menyebabkan pelanggan menunggu lama.
Dengan menghindari kesalahan di atas, keputusan inventori Anda akan lebih strategis dan menguntungkan.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Analisis Penjualan | Owner / Admin | Melihat tren, repeat order, dan kecepatan rotasi produk | Data dasar keputusan stok |
| Penentuan Model (Stok/PO) | Owner | Memilih produk untuk ready stock atau pre-order | Strategi inventori final |
FAQ Seputar produk mana yang harus disimpan dan mana yang pre-order
KesimpulanMenentukan produk mana yang harus disimpan dan mana yang pre-order membutuhkan analisis penjualan, pemahaman cashflow, serta karakteristik produk. Dengan strategi yang tepat, UMKM bisa mengurangi risiko stok menumpuk sekaligus meningkatkan kecepatan pelayanan kepada pelanggan.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor.
