- RTS Ekspedisi
- Mar 15, 2026
- EDUKASI
Teknik Menentukan Reorder Point Supaya Tidak Kehabisan Stok – Banyak UMKM impor mengalami masalah stok kosong bukan karena produk tidak laku, tetapi karena salah menentukan reorder point. Reorder point yang tepat membantu bisnis menjaga ketersediaan barang tanpa menumpuk stok dan mengganggu cashflow.

Apa Itu Reorder Point dan Mengapa Penting?
Reorder point adalah titik persediaan minimum di mana UMKM harus mulai melakukan pemesanan ulang. Jika titik ini salah ditentukan, risiko kehabisan stok atau overstock akan meningkat.
Dengan menentukan reorder point secara tepat, UMKM bisa menjaga penjualan tetap berjalan tanpa jeda.
- Mencegah stok kosong
- Menjaga ritme penjualan
- Mengamankan arus kas
Kesalahan Umum UMKM Saat Menentukan Reorder Point
Banyak UMKM menentukan reorder point hanya berdasarkan feeling atau kebiasaan.
- Tidak menghitung kecepatan penjualan
- Mengabaikan lead time produksi dan pengiriman
- Tidak menyiapkan safety stock
Kesalahan ini sering menyebabkan stok habis saat permintaan tinggi.
Hitung Rata-Rata Penjualan Harian
Langkah awal dalam menentukan reorder point adalah mengetahui kecepatan penjualan.
- Total penjualan bulanan
- Dibagi jumlah hari aktif
- Hasilnya penjualan rata-rata per hari
Data ini menjadi fondasi perhitungan stok yang objektif.
Perhitungkan Lead Time Produksi dan Pengiriman
Lead time adalah waktu sejak pemesanan ke supplier hingga barang siap dijual.
- Waktu produksi di pabrik
- Waktu pengiriman internasional
- Proses customs dan pengiriman lokal
Semakin panjang lead time, semakin tinggi reorder point yang dibutuhkan.
Tambahkan Safety Stock untuk Antisipasi Risiko
Safety stock adalah stok cadangan untuk mengantisipasi keterlambatan atau lonjakan permintaan.
- Keterlambatan produksi
- Delay pengiriman
- Peningkatan penjualan mendadak
Tanpa safety stock, reorder point sering kali terlalu rendah dan berisiko.
Rumus Sederhana Menentukan Reorder Point
UMKM tidak perlu rumus rumit untuk mulai.
- Reorder Point = (Penjualan harian × Lead time) + Safety stock
Rumus ini sudah cukup efektif untuk sebagian besar UMKM impor.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Analisis Penjualan | UMKM | Hitung penjualan harian | Data akurat |
| Perhitungan Lead Time | UMKM | Hitung waktu produksi & kirim | Estimasi stok aman |
| Penentuan ROP | UMKM | Terapkan rumus ROP | Stok terkendali |
FAQ Seputar menentukan reorder point
Apakah reorder point sama untuk semua produk?
Tidak. Setiap produk punya kecepatan jual dan lead time berbeda.
Berapa safety stock yang ideal?
Umumnya 20–30% dari kebutuhan selama lead time.
Apakah reorder point perlu dievaluasi ulang?
Ya, terutama jika penjualan atau supplier berubah.
Apakah UMKM kecil perlu menghitung reorder point?
Justru wajib agar modal tidak tersendat.
Kesimpulan
Menentukan reorder point secara tepat membantu UMKM impor menjaga stok tetap aman tanpa membebani cashflow. Dengan data penjualan, lead time, dan safety stock yang jelas, risiko kehabisan stok bisa ditekan secara signifikan.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor
