- RTS Ekspedisi
- Jul 18, 2026
- EDUKASI
Panduan Impor Barang Besar Tapi Ringan agar Ongkir Lebih Hemat – Banyak pelaku UMKM tertarik melakukan impor barang besar tapi ringan karena produk seperti plastik, dekorasi rumah, atau perlengkapan packaging memiliki permintaan tinggi di marketplace. Namun, tanpa memahami sistem perhitungan volume dalam pengiriman internasional, ongkir bisa menjadi jauh lebih mahal dari yang diperkirakan. Artikel ini akan membantu Anda memahami cara menghemat biaya saat melakukan impor barang besar tapi ringan.

Memahami Konsep Impor Barang Besar Tapi Ringan
Dalam dunia logistik internasional, pengiriman tidak selalu dihitung berdasarkan berat barang. Untuk kasus impor barang besar tapi ringan, biaya pengiriman sering dihitung berdasarkan volume atau yang dikenal dengan istilah volumetric weight.
Artinya, meskipun barang Anda ringan, ukuran yang besar tetap dapat membuat ongkir menjadi mahal. Hal ini karena barang besar memakan ruang lebih banyak di dalam kontainer atau pesawat.
- Berat aktual: berat asli barang.
- Berat volume: ukuran dimensi paket.
- Biaya pengiriman mengikuti nilai yang lebih besar.
Contohnya adalah produk seperti bantal, boneka, plastik storage box, dekorasi rumah, atau bahan packaging. Semua kategori tersebut sering termasuk dalam kategori impor barang besar tapi ringan.
Cara Menghitung Volume pada Impor Barang Besar Tapi Ringan
Agar tidak kaget dengan biaya kirim, penting memahami cara menghitung volume saat melakukan impor barang besar tapi ringan.
Rumus yang paling umum digunakan dalam pengiriman internasional adalah:
Panjang x Lebar x Tinggi / 6000 (untuk pengiriman udara)
Sedangkan untuk pengiriman laut biasanya menggunakan satuan CBM (Cubic Meter).
- 1 CBM = 1 meter x 1 meter x 1 meter.
- Digunakan untuk pengiriman LCL atau kontainer.
- Sangat berpengaruh pada impor barang berukuran besar.
Dengan memahami sistem ini, pelaku UMKM bisa merencanakan impor barang besar tapi ringan dengan lebih efisien dan tidak salah perhitungan ongkir.
Jenis Barang yang Termasuk Impor Barang Besar Tapi Ringan
Banyak produk populer di marketplace Indonesia masuk dalam kategori impor barang besar tapi ringan. Produk-produk ini biasanya memiliki margin yang menarik jika ongkir dapat ditekan.
- Peralatan rumah tangga plastik.
- Dekorasi rumah seperti lampu dekoratif.
- Boneka dan mainan besar.
- Bantal sofa dan cushion.
- Kotak penyimpanan atau organizer.
Produk tersebut sering dicari konsumen karena ukurannya besar dan terlihat premium, tetapi sebenarnya ringan sehingga cocok untuk bisnis impor jika strategi pengirimannya tepat.
Strategi Menghemat Ongkir Impor Barang Besar Tapi Ringan
Untuk pelaku UMKM, menghemat biaya pengiriman adalah kunci keuntungan. Berikut beberapa strategi penting saat melakukan impor barang besar tapi ringan.
- Minta supplier menggunakan packing yang lebih ringkas.
- Gunakan sistem pengiriman LCL agar tidak perlu satu kontainer penuh.
- Konsolidasi barang dari beberapa supplier.
- Pilih forwarder yang berpengalaman menangani barang volume besar.
Dengan strategi ini, biaya pengiriman dapat ditekan sehingga bisnis impor tetap memiliki margin keuntungan yang sehat.
Pentingnya Konsolidasi dalam Impor Barang Besar Tapi Ringan
Salah satu solusi terbaik untuk impor barang besar tapi ringan adalah menggunakan layanan konsolidasi barang.
Konsolidasi berarti menggabungkan beberapa paket dari supplier berbeda ke dalam satu pengiriman. Cara ini sangat efektif untuk menekan biaya volume.
- Barang dari beberapa supplier dikumpulkan di gudang.
- Dikemas ulang agar lebih efisien.
- Dikirim dalam satu pengiriman besar.
Dengan metode ini, biaya logistik dapat dibagi sehingga lebih hemat dibanding mengirim satu paket besar secara terpisah.
Kesalahan Umum Saat Impor Barang Besar Tapi Ringan
Banyak pemula melakukan kesalahan saat melakukan impor barang besar tapi ringan karena tidak memahami perhitungan logistik.
- Tidak mengecek ukuran karton sebelum pengiriman.
- Menggunakan packing terlalu besar.
- Tidak menghitung biaya volume terlebih dahulu.
- Memilih metode pengiriman yang salah.
Kesalahan tersebut dapat membuat biaya pengiriman melonjak dan mengurangi profit bisnis. Oleh karena itu, perencanaan logistik sangat penting sebelum melakukan impor.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Pemilihan Produk | Importir | Menentukan barang besar namun ringan | Produk siap dipesan |
| Penghitungan Volume | Supplier / Forwarder | Menghitung dimensi dan CBM | Estimasi ongkir diketahui |
| Konsolidasi | Gudang Forwarder | Menggabungkan paket dari beberapa supplier | Volume lebih efisien |
| Pengiriman | Forwarder | Pengiriman laut atau udara | Barang tiba di Indonesia |
FAQ Seputar impor barang besar tapi ringan
Kenapa barang ringan bisa mahal ongkirnya?
Karena biaya pengiriman sering dihitung berdasarkan volume, bukan hanya berat barang.
Apa itu volumetric weight?
Volumetric weight adalah perhitungan berat berdasarkan ukuran paket yang digunakan dalam logistik internasional.
Apakah barang besar lebih cocok kirim laut?
Ya, biasanya pengiriman laut lebih ekonomis untuk barang berukuran besar dibanding pengiriman udara.
Bagaimana cara menekan biaya impor barang besar tapi ringan?
Gunakan konsolidasi, packing efisien, dan forwarder berpengalaman agar biaya volume dapat ditekan.
Kesimpulan
Melakukan impor barang besar tapi ringan bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menarik bagi UMKM jika dilakukan dengan strategi logistik yang tepat. Dengan memahami sistem perhitungan volume, memilih metode pengiriman yang sesuai, serta memanfaatkan konsolidasi barang, biaya ongkir dapat ditekan sehingga margin bisnis tetap sehat.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor
