- RTS Ekspedisi
- Jul 31, 2026
- EDUKASI
Cara Mengatur Pengiriman Domestik China ke Gudang Forwarder – Memahami pengiriman domestik China ke gudang forwarder membantu importir memastikan barang dari supplier dikirim ke alamat yang benar, menggunakan kode marking yang sesuai, memiliki nomor resi, dan tiba sebelum jadwal konsolidasi.

Apa Itu Pengiriman Domestik China ke Gudang Forwarder?
Pengiriman domestik China ke gudang forwarder adalah proses mengirim barang dari lokasi supplier atau pabrik menuju gudang ekspedisi yang berada di China.
Tahap ini berlangsung sebelum barang masuk ke proses konsolidasi dan pengiriman China–Indonesia. Supplier biasanya menggunakan kurir lokal, perusahaan logistik domestik, truk, atau layanan pickup untuk mengantar barang ke gudang China.
Dalam alur sederhana, prosesnya adalah:
- Supplier menyelesaikan produksi dan packing.
- Importir mengirimkan alamat gudang China kepada supplier.
- Supplier menempelkan kode marking pada setiap karton.
- Barang dikirim menggunakan kurir domestik China.
- Supplier memberikan nomor resi kepada importir.
- Gudang forwarder menerima dan mencatat barang.
- Barang diperiksa sebelum masuk proses konsolidasi.
- Forwarder mengatur pengiriman menuju Indonesia.
Pengiriman domestik tidak boleh dianggap sebagai tahap kecil. Kesalahan pada proses ini dapat membuat barang terlambat, tertukar, sulit ditemukan, atau tidak tercatat sebagai milik importir yang benar.
Mengapa Tahap Pengiriman Domestik China Sangat Penting?
Barang yang sudah selesai diproduksi belum otomatis siap dikirim ke Indonesia. Barang tersebut masih harus berpindah dari supplier ke gudang forwarder.
Lokasi supplier dan gudang dapat berada di kota yang berbeda. Misalnya, supplier berada di Shenzhen, sedangkan gudang konsolidasi berada di Guangzhou atau Yiwu.
Tahap ini penting karena berkaitan dengan:
- Ketepatan alamat penerima di China.
- Identitas barang melalui kode marking.
- Jumlah karton yang dikirim supplier.
- Nomor resi domestik China.
- Waktu kedatangan barang di gudang.
- Jadwal closing atau konsolidasi.
- Pengecekan barang sebelum diberangkatkan.
- Penggabungan barang dari beberapa supplier.
Jika satu supplier terlambat mengirim, seluruh proses konsolidasi dapat ikut tertunda. Importir mungkin harus memilih antara menunggu barang tersebut atau memberangkatkan barang lain terlebih dahulu.
Karena itu, jadwal pengiriman supplier harus disesuaikan dengan target keberangkatan yang diberikan forwarder.
Data yang Harus Dikirim kepada Supplier
Jangan hanya mengirimkan foto alamat gudang tanpa penjelasan. Supplier perlu menerima instruksi yang lengkap agar tidak salah menulis data penerima.
Informasi yang sebaiknya diberikan meliputi:
- Nama gudang atau nama penerima.
- Alamat lengkap dalam bahasa Mandarin.
- Nama distrik, kota, dan provinsi.
- Nomor telepon gudang China.
- Kode pos jika tersedia.
- Kode marking milik importir.
- Nomor purchase order.
- Jumlah karton yang akan dikirim.
- Nama atau kode produk.
- Instruksi penempelan label.
- Permintaan nomor resi setelah barang dikirim.
- Permintaan foto karton sebelum penyerahan ke kurir.
Gunakan alamat gudang yang diberikan langsung oleh forwarder. Jangan mengambil alamat dari dokumen lama karena lokasi gudang, nomor penerima, atau prosedur penerimaan dapat berubah.
Simpan alamat dalam bentuk teks yang dapat disalin supplier. Hindari hanya mengirim screenshot karena supplier dapat salah mengetik karakter Mandarin, nomor telepon, atau kode pelanggan.
Cara Menulis Alamat Gudang dan Kode Marking
Alamat gudang biasanya memuat nama wilayah, detail jalan, nomor bangunan, nama penerima, nomor telepon, dan kode pelanggan.
Kode marking berfungsi sebagai identitas barang. Gudang menggunakan kode tersebut untuk mengetahui pemilik paket ketika barang tiba.
Contoh format instruksi sederhana:
- Nama penerima: Gudang RTS China.
- Alamat: Gunakan alamat lengkap yang diberikan customer service.
- Nomor telepon: Gunakan nomor penerima gudang.
- Kode marking: 123/XXX-GZ.
- Nama supplier: Guangzhou ABC Product Co., Ltd.
- Nomor PO: PO-2026-0731-001.
- Total karton: 12 karton.
Marking sebaiknya ditempel pada lebih dari satu sisi karton agar tetap terlihat ketika barang ditumpuk.
Tulisan harus cukup besar, jelas, tidak mudah luntur, dan tidak tertutup lakban. Untuk barang dalam karung, peti kayu, atau kemasan khusus, gunakan label yang sesuai dengan permukaan kemasan.
Minta supplier mengirimkan foto berikut sebelum barang diberangkatkan:
- Foto keseluruhan karton.
- Foto kode marking dari jarak dekat.
- Foto jumlah karton dalam satu area.
- Foto kemasan tambahan untuk barang fragile.
- Foto label kurir setelah resi dibuat.
Foto tersebut membantu importir menemukan kesalahan sebelum barang meninggalkan lokasi supplier.
Memilih Kurir Domestik China yang Sesuai
Supplier biasanya lebih memahami kurir domestik yang tersedia di wilayahnya. Namun, importir tetap perlu memastikan metode pengiriman sesuai dengan jenis dan ukuran barang.
Beberapa pilihan yang umum digunakan adalah:
- Kurir paket: cocok untuk sampel atau karton kecil.
- Logistik kargo domestik: cocok untuk banyak karton atau barang berat.
- Truk langsung: cocok untuk volume besar atau pengiriman satu pabrik.
- Pickup forwarder: digunakan jika tersedia layanan penjemputan dari supplier.
Pertimbangkan beberapa hal berikut:
- Jumlah karton.
- Berat aktual barang.
- Ukuran setiap karton.
- Jarak supplier ke gudang.
- Karakter barang.
- Kebutuhan penanganan khusus.
- Target waktu tiba.
- Biaya kurir domestik.
- Kemudahan pelacakan resi.
Barang berukuran besar tidak selalu cocok dikirim menggunakan kurir paket biasa. Supplier dapat menggunakan perusahaan logistik kargo yang menghitung biaya berdasarkan berat, volume, jarak, dan metode penyerahan.
Untuk barang mudah pecah, tanyakan apakah kurir menyediakan perlakuan khusus. Packing tambahan tetap harus disiapkan supplier karena kurir domestik belum tentu bertanggung jawab atas kemasan bagian dalam.
Langkah Pengiriman dari Supplier ke Gudang China
Berikut langkah pengiriman domestik China ke gudang forwarder yang dapat diterapkan.
- Konfirmasi barang selesai: minta supplier memberikan foto produk dan hasil packing.
- Periksa packing list: cocokkan jumlah unit, karton, berat, dan ukuran.
- Kirim alamat gudang: gunakan alamat terbaru dari forwarder.
- Kirim kode marking: jelaskan posisi dan ukuran label.
- Minta foto marking: periksa sebelum barang diserahkan kepada kurir.
- Tentukan metode pengiriman: kurir paket, kargo, truk, atau pickup.
- Minta estimasi tiba: catat tanggal pengiriman dan estimasi kedatangan.
- Minta nomor resi: supplier harus mengirimkannya setelah paket masuk sistem.
- Kirim resi kepada forwarder: gudang dapat mengantisipasi barang yang akan datang.
- Pantau perjalanan: periksa status resi sampai tercatat diterima.
- Konfirmasi penerimaan gudang: cocokkan jumlah karton dengan data supplier.
- Catat selisih: segera koordinasikan jika jumlah atau kondisi barang berbeda.
Jangan menunggu beberapa hari untuk meminta resi. Nomor resi sebaiknya diperoleh pada hari yang sama ketika supplier menyerahkan barang kepada kurir.
Contoh Simulasi Pengiriman dari Beberapa Supplier
Misalnya sebuah UMKM membeli produk dari tiga supplier.
- Supplier A mengirim 10 karton aksesoris rumah.
- Supplier B mengirim 6 karton kemasan produk.
- Supplier C mengirim 4 karton perlengkapan display.
Total barang yang akan dikonsolidasikan adalah 20 karton.
Agar pengiriman berjalan rapi, importir membuat rekap berikut:
- Nama supplier.
- Nomor purchase order.
- Jenis produk.
- Jumlah unit.
- Jumlah karton.
- Tanggal barang selesai.
- Tanggal dikirim supplier.
- Nama kurir domestik.
- Nomor resi.
- Estimasi tiba gudang.
- Status penerimaan.
Supplier A dan B tiba tepat waktu. Supplier C terlambat menyelesaikan packing selama dua hari.
Importir kemudian menghubungi forwarder untuk mengetahui batas terakhir barang dapat masuk dalam jadwal konsolidasi.
Jika masih tersedia waktu, barang Supplier C dapat ditunggu. Jika tidak, importir dapat mempertimbangkan memberangkatkan barang A dan B terlebih dahulu.
Keputusan tersebut perlu mempertimbangkan:
- Urgensi stok di Indonesia.
- Nilai barang yang terlambat.
- Biaya penyimpanan sementara.
- Jadwal pengiriman berikutnya.
- Kebutuhan produk dijual dalam satu paket.
- Dampak pemisahan pengiriman terhadap landed cost.
Simulasi ini menunjukkan bahwa nomor resi dan status kedatangan setiap supplier perlu dicatat secara terpisah.
Koordinasi Resi, Packing List, dan Penerimaan Gudang
Nomor resi domestik menjadi penghubung antara supplier dan gudang China.
Setelah supplier mengirim barang, catat:
- Nama kurir.
- Nomor resi.
- Tanggal pickup.
- Estimasi tiba.
- Jumlah paket dalam satu resi.
- Nama supplier.
- Kode marking.
Satu supplier dapat menggunakan lebih dari satu nomor resi. Hal ini dapat terjadi ketika jumlah karton banyak atau kurir memisahkan paket menjadi beberapa pengiriman.
Jangan menganggap satu resi selalu mewakili seluruh pesanan.
Ketika barang tiba, minta konfirmasi dari gudang mengenai:
- Jumlah karton yang diterima.
- Kondisi kemasan luar.
- Kesesuaian kode marking.
- Berat atau volume hasil pengukuran jika tersedia.
- Adanya karton rusak, terbuka, atau basah.
- Barang yang belum dapat diidentifikasi.
Cocokkan laporan gudang dengan packing list supplier.
Jika packing list mencatat 12 karton, tetapi gudang hanya menerima 11 karton, lakukan pengecekan nomor resi. Bisa jadi satu karton masih dalam perjalanan atau dikirim dengan nomor resi berbeda.
Jangan langsung menyalahkan gudang atau supplier sebelum seluruh resi diperiksa.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan berikut sering membuat proses pengiriman domestik menjadi tidak rapi:
- Mengirim alamat gudang yang sudah tidak berlaku.
- Alamat hanya diberikan melalui screenshot.
- Supplier tidak mencantumkan kode marking.
- Marking ditempel terlalu kecil.
- Label tertutup lakban atau wrapping.
- Tidak meminta foto barang sebelum dikirim.
- Tidak memeriksa jumlah karton pada packing list.
- Nomor resi tidak segera diminta.
- Resi tidak diinformasikan kepada forwarder.
- Tidak mencatat estimasi waktu tiba.
- Menganggap seluruh barang dikirim dalam satu resi.
- Tidak memeriksa apakah kurir sudah benar-benar pickup.
- Supplier mengirim ke gudang berbeda.
- Barang terlambat karena importir tidak mengetahui jadwal konsolidasi.
- Tidak menindaklanjuti selisih karton saat barang tiba.
Kesalahan lain adalah menggunakan kode marking yang sama untuk dua customer berbeda atau menulis nomor marking secara tidak lengkap.
Salin kode langsung dari data forwarder. Hindari mengetik ulang jika terdapat banyak angka, tanda garis, atau kode kota.
Checklist dan Tabel Ringkasan Pengiriman Domestik China
Gunakan checklist berikut sebelum supplier mengirim barang:
- Produksi barang sudah selesai.
- Hasil QC sudah diperiksa.
- Packing list sudah tersedia.
- Jumlah unit sudah sesuai purchase order.
- Jumlah karton sudah tercatat.
- Berat dan dimensi sudah diminta.
- Alamat gudang masih aktif.
- Nama penerima sudah benar.
- Nomor telepon gudang sudah benar.
- Kode marking sudah diberikan.
- Supplier memahami posisi penempelan marking.
- Foto karton dan marking sudah diterima.
- Metode kurir sudah disepakati.
- Biaya domestik sudah dikonfirmasi.
- Estimasi waktu tiba sudah diketahui.
- Jadwal konsolidasi sudah diperiksa.
- Nomor resi sudah diminta.
- Resi sudah dikirim kepada forwarder.
- Status penerimaan gudang sudah dipantau.
- Jumlah karton diterima sudah dicocokkan.
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Persiapan Barang | Supplier | Menyelesaikan produksi, QC, packing, dan packing list | Barang siap dikirim |
| Pemberian Instruksi | Importir | Mengirim alamat gudang, nomor penerima, dan kode marking | Instruksi pengiriman lengkap |
| Pelabelan | Supplier | Menempelkan marking pada setiap karton dan membuat dokumentasi | Barang mudah diidentifikasi |
| Pengiriman Domestik | Supplier dan Kurir | Mengirim barang ke gudang forwarder di China | Nomor resi diterbitkan |
| Pemantauan | Importir dan Forwarder | Memantau resi dan memperkirakan waktu kedatangan | Status barang diketahui |
| Penerimaan Gudang | Gudang China | Memeriksa marking, jumlah karton, dan kondisi kemasan | Barang tercatat di gudang |
| Konsolidasi | Forwarder | Menggabungkan barang dari satu atau beberapa supplier | Barang siap pengiriman internasional |
| Pengiriman ke Indonesia | Forwarder dan Ekspedisi | Mengatur pengiriman China–Indonesia dan layanan door-to-door | Barang menuju alamat penerima |
FAQ Seputar Pengiriman Domestik China ke Gudang Forwarder
Siapa yang membayar ongkir domestik dari supplier ke gudang China?
Pembayaran dapat dilakukan oleh supplier atau buyer, tergantung kesepakatan harga pembelian. Pastikan sejak awal apakah harga barang sudah termasuk pengiriman domestik China.
Apakah supplier wajib memberikan nomor resi?
Sebaiknya supplier memberikan nomor resi agar importir dan forwarder dapat memantau perjalanan barang serta mencocokkannya ketika tiba di gudang China.
Bagaimana jika supplier menggunakan beberapa nomor resi?
Catat seluruh nomor resi beserta jumlah karton pada masing-masing resi. Jangan menutup status pesanan sebelum seluruh paket diterima gudang.
Apa yang harus dilakukan jika supplier salah menulis kode marking?
Jika barang belum dikirim, minta supplier mengganti label. Jika barang sudah dalam perjalanan, segera kirim nomor resi, foto karton, dan informasi kesalahan kepada forwarder agar gudang dapat mengidentifikasinya.
Apakah gudang China dapat menerima barang tanpa marking?
Prosedur setiap gudang dapat berbeda. Barang tanpa marking berisiko sulit diidentifikasi, sehingga supplier sebaiknya selalu menempelkan kode sesuai instruksi sebelum pengiriman.
Berapa lama pengiriman domestik di China?
Waktu pengiriman bergantung pada jarak, kota asal, metode kurir, ukuran barang, dan kondisi operasional. Minta estimasi langsung dari supplier atau penyedia logistik domestik.
Apakah semua barang dari beberapa supplier harus tiba bersamaan?
Tidak harus, tetapi jadwal kedatangan perlu dikoordinasikan. Forwarder dapat melakukan konsolidasi setelah seluruh barang yang ingin digabungkan sudah diterima.
Apakah barang yang sudah tiba di gudang pasti dapat dikirim ke Indonesia?
Tidak. Kelayakan pengiriman tetap bergantung pada jenis barang, spesifikasi, dokumen, klasifikasi, dan ketentuan yang berlaku. Konsultasikan barang sebelum supplier mengirimkannya ke gudang.
Kesimpulan
Pengiriman domestik China ke gudang forwarder merupakan tahap penting yang menghubungkan supplier dengan proses konsolidasi dan pengiriman internasional.
Importir perlu memastikan alamat gudang, nama penerima, nomor telepon, kode marking, jumlah karton, packing list, dan metode kurir sudah benar sebelum barang diberangkatkan.
Setelah supplier mengirim barang, minta seluruh nomor resi dan terus pantau sampai gudang mengonfirmasi penerimaan. Cocokkan jumlah karton yang diterima dengan packing list dan laporan supplier.
Koordinasi yang rapi antara importir, supplier, kurir domestik, gudang China, forwarder, dan ekspedisi akan membantu mengurangi risiko barang tertukar, tidak teridentifikasi, atau terlambat masuk jadwal pengiriman China–Indonesia.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani pengiriman door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk kebutuhan pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor.
