- RTS Ekspedisi
- Feb 19, 2026
- EDUKASI
Cara Mengatur Re-order Point untuk UMKM Importir – Banyak UMKM kehabisan stok atau justru overstock karena belum memahami cara mengatur re-order point secara tepat. Dengan sistem yang benar, Anda bisa menjaga ketersediaan barang, menghemat ongkir, dan meningkatkan cash flow bisnis.

Apa Itu Re-order Point?
Re-order point (ROP) adalah titik atau level stok minimum di mana Anda harus mulai melakukan pembelian ulang. Menguasai cara mengatur re-order point sangat penting bagi UMKM importir karena proses impor memakan waktu lebih panjang dibanding usaha lokal.
- Mencegah kehabisan stok yang menurunkan penjualan.
- Mengurangi risiko overstock yang mengikat modal.
- Membantu merencanakan pengiriman sesuai pola musiman.
Dengan ROP yang akurat, bisnis Anda akan lebih stabil dan responsif terhadap permintaan pasar.
Komponen Utama dalam Perhitungan Re-order Point
Ada tiga komponen utama dalam cara mengatur re-order point untuk bisnis impor:
- Lead time: waktu dari pemesanan hingga barang tiba di gudang.
- Average daily sales: rata-rata penjualan harian.
- Safety stock: stok cadangan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau delay.
Ketiga komponen ini menjadi dasar untuk menentukan kapan Anda harus memesan ulang barang.
Rumus Dasar Mengatur Re-order Point
Rumus umum untuk menghitung ROP adalah:
Re-order Point = (Average Daily Sales × Lead Time) + Safety Stock
Penerapan rumus ini sangat membantu UMKM memahami cara mengatur re-order point berdasarkan data nyata, bukan sekadar feeling.
Mengukur Lead Time Secara Akurat
Salah satu kesalahan terbesar importir pemula adalah meremehkan lead time. Untuk akurasi terbaik, perhitungkan:
- Waktu produksi pabrik (bisa 7–21 hari tergantung produk).
- Waktu konsolidasi gudang China.
- Waktu transit cargo (7–14 hari untuk udara, 20–40 hari untuk laut).
- Waktu proses bea cukai dan last mile.
Dengan menghitung real lead time, Anda dapat mengatur ROP dengan lebih tepat.
Cara Menentukan Safety Stock untuk UMKM Importir
Safety stock adalah penyangga utama ketahanan stok. Untuk menentukan jumlahnya, pertimbangkan:
- Variasi penjualan per bulan.
- Risiko delay produksi seperti saat peak season.
- Perubahan biaya cargo yang memengaruhi keputusan pembelian.
Semakin tinggi ketidakpastian, semakin besar safety stock yang Anda butuhkan.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Mengukur data penjualan | Importir | Hitung rata-rata penjualan harian | Dasar perhitungan ROP |
| Hitung lead time & safety stock | Importir | Analisa produksi, cargo, dan risiko delay | Level ROP akurat |
FAQ Seputar cara mengatur re-order point
Berapa kali ROP harus dihitung ulang?
Minimal setiap 3 bulan atau setiap terjadi perubahan signifikan dalam penjualan.
Apakah UMKM wajib punya safety stock?
Ya, terutama untuk impor yang lead time-nya panjang dan sering berubah.
Bagaimana jika penjualan saya tidak stabil?
Gunakan rata-rata 3–6 bulan untuk hasil yang lebih representatif.
Apakah ROP bisa berbeda tiap SKU?
Harus berbeda karena setiap SKU punya kecepatan penjualan & risiko yang berbeda.
Kesimpulan
Memahami cara mengatur re-order point merupakan kemampuan penting bagi UMKM importir untuk menjaga arus barang tetap stabil tanpa mengganggu cash flow. Dengan perhitungan yang tepat, bisnis Anda dapat berkembang lebih konsisten dan minim risiko kehabisan stok.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor
