- RTS Ekspedisi
- Jul 5, 2026
- UMUM
Studi Kasus: Impor 1 Jenis Barang dari China untuk Dijual Online – Melalui artikel ini, kita akan membahas impor 1 jenis barang dari China secara nyata dan terstruktur agar UMKM memahami gambaran modal, risiko, dan potensi keuntungan sebelum mulai jualan online.

Latar Belakang Studi Kasus Impor Barang China
Studi kasus ini dibuat berdasarkan pola impor yang umum dilakukan UMKM Indonesia. Fokusnya adalah impor 1 jenis barang dari China untuk dijual melalui marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop.
Barang yang digunakan sebagai contoh adalah produk non-elektronik, tidak mengandung baterai, dan tidak memerlukan izin khusus agar mudah dipahami oleh pemula.
- Jenis barang: aksesoris rumah tangga
- Target pasar: konsumen online retail
- Model bisnis: beli grosir, jual ecer
Spesifikasi Barang yang Diimpor
Dalam studi kasus impor 1 jenis barang dari China ini, kita menggunakan contoh produk dengan spesifikasi berikut:
- Harga barang: USD 2 / pcs
- Jumlah pembelian: 1.000 pcs
- Total berat kotor: 500 kg
- Total volume: 3 CBM
Spesifikasi ini mewakili kondisi yang sering ditemui UMKM saat impor skala kecil hingga menengah.
Perhitungan Harga Barang dari Supplier China
Langkah awal impor 1 jenis barang dari China adalah menghitung total harga barang dari supplier.
- Harga satuan: USD 2
- Total unit: 1.000 pcs
- Total nilai barang: USD 2.000
Jika kurs asumsi Rp15.800/USD, maka nilai barang setara dengan Rp31.600.000. Nilai ini belum termasuk ongkir dan pajak.
Biaya Pengiriman dan Ongkir Impor
Untuk efisiensi biaya, studi kasus ini menggunakan pengiriman laut LCL. Ongkir sangat memengaruhi total biaya impor 1 jenis barang dari China.
- Ongkir laut LCL: Rp3.500.000 / CBM
- Total volume: 3 CBM
- Total ongkir: Rp10.500.000
Pengiriman laut memang lebih lama, namun jauh lebih ekonomis untuk UMKM dengan margin terbatas.
Pajak dan Biaya Kepabeanan
Dalam impor 1 jenis barang dari China, pajak wajib dihitung sejak awal agar tidak kaget saat barang tiba di pelabuhan.
- Bea Masuk (estimasi): 10%
- PPN Impor: 11%
- PPh Impor: 0% (asumsi NPWP aktif)
Dengan estimasi nilai barang + ongkir Rp42.100.000, total pajak impor berkisar di angka Rp8.000.000 – Rp9.000.000 tergantung HS Code.
Simulasi Harga Jual dan Keuntungan Online
Setelah mengetahui total biaya impor 1 jenis barang dari China, langkah selanjutnya adalah simulasi harga jual.
- Total biaya impor (barang + ongkir + pajak): ± Rp51.000.000
- Jumlah barang: 1.000 pcs
- Modal per pcs: ± Rp51.000
Jika dijual online dengan harga Rp89.000 per pcs, maka potensi margin kotor sekitar Rp38.000 per pcs sebelum biaya marketplace dan iklan.
Tabel Ringkasan Proses
| Tahap | Pelaku | Aktivitas | Hasil |
|---|---|---|---|
| Pembelian | UMKM | Order ke supplier China | Invoice barang |
| Distribusi | Ekspedisi | Pengiriman & customs | Barang siap jual |
FAQ Seputar impor 1 jenis barang dari China
Apakah impor 1 jenis barang cocok untuk pemula?
Sangat cocok karena lebih mudah dikontrol dari sisi modal dan risiko.
Berapa minimal modal impor barang China?
Tergantung jenis barang, namun bisa mulai dari puluhan juta rupiah.
Apakah barang harus dijual online?
Tidak wajib, namun online memberi jangkauan pasar lebih luas.
Apakah bisa impor tanpa izin khusus?
Bisa jika barang tidak termasuk kategori restricted.
Kesimpulan
Melalui studi kasus ini, terlihat bahwa impor 1 jenis barang dari China bisa menjadi peluang bisnis yang realistis bagi UMKM jika dihitung dengan benar sejak awal.
Jika setelah membaca Anda membutuhkan bantuan layanan profesional, kunjungi situs utama kami di RTS Ekspedisi. Dengan pengalaman menangani door to door dari gudang China hingga Indonesia, kami siap menjadi partner tepercaya untuk pengiriman Anda. Selamat belajar dan semoga blog ini menjadi rujukan utama Anda dalam dunia impor
